Dana Perawatan Jalan Dianggarkan, tapi Jalan di Masih Banyak yang Rusak

LAMONGAN | AP.COM – Pemerintahan Kabupaten Lamongan setiap tahun anggaran (TA) memasukkan dana perawatan jalan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Lamongan. Ada tiga jenis pos anggaran untuk perawatan jalan di APBD kota Lamongan.

Ketiga pos tersebut terdiri dari Perawatan Siku Jalan, Perawatan Badan Jalan dan Perawatan Jalan dan jembatan. Dari ketiga pos perawatan ini, dananya mencapai milyaran rupiah.

Yang ironisnya walaupun dana perawatan jalan ini telah dimasukkan kedalam APBD Kabupaten Lamongan setiap tahunnya, namun masih banyak jalan jalan diwilayah, yang mengalami kerusakan dan berlobang lobang.

Seperti jalan sumberwudi – Dempel dan beberapa jalan lainnya yang ada di wilayah Lamongan. Jalan jalan tersebut keadaanya sangat memprihatinkan, bagaikan kubangan kerbau. Apa lagi jika hujan turun jalan jalan tersebut digenangi air, sehingga sulit untuk dilalui.

Berbagai kalangan masyarakat kabupaten  Lamongan mempertanyakan, dana perawatan jalan tersebut. Menurut salah seorang warga mengatakan, “Jika dana perawatan jalan tersebut dipergunakan untuk melakukan perawatan jalan, tentu jalan jalan yang ada diwilayah Lamongan tidak sempat rusak seperti sekarang ini ” ujar nya.

Lebih lanjut kata warga itu ” mustahil ada dana perawatan jalan sampai tiga pos anggaran, yang jumlahnya mencapai miliyaran rupiah, tapi jalan tetap rusak, tanpa ada perbaikannya. Dana perawatan jalan ini tentu layak untuk dipertanyakan, kemana dana tersebut mengalir. Kalau memang dipergunakan untuk perawatan jalan, tentu jalan jalan yang ada di wilayah Lamongan tidak sempat mengalami kerusakan “, tambah warga itu.

Apa yang dikatakan oleh warga itu memang perlu untuk dipertanyakan, kemana dana anggaran perawatan jalan tersebut dipergunakan, sehingga banyak jalan jalan di Lamongan yang mengalami rusak parah.

Belum lagi jika hujan turun, air menggenangi beberapa jalan di jalur Sumberwudi – Dempel. Hal ini disebabkan , banyaknya drainase yang tidak berfungsi lagi, tapi tetap dibiarkan oleh pihak Pemda Lamongan, tampa ada perbaikannya ( Nur )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *