Ketua DPRD Jember Akan Dijerat Dengan UU tipikor

JEMBER | AP.COM – Ketua DPRD Jember Thoif Zambroni dijerat 3 pasal sekaligus terkait Kasus dugaan Penyelewengan Anggaran Bantuaan Sosial (Bansos) Kelompok Ternak Tahun 2015. “atas perbuatan melanggar hukum, Tersangka kita jeratkan dengan pasal 2,3 dan pasal 11 UU Tipikor, paling ringan ancaman hukumannya 4 tahun maksimal seumur hidup,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Poncho Hartanto, Rabu (14/2/2018).
Selain diduga telah menyalahgunakan kewenangan atas jabatannya, Ketua DPRD Jember, Thoif Zambroni diduga juga menerima hadiah atau janji atas realisasi anggaran bansos kepada para kelompok penerima bantuan.
“tujuan dari pemberiaan bansos ini sebenarnya untuk pengentasan kemiskinan, namun yang kita temukan dilapangan rata-rata yang menerima orang yang tergolong mampu, dan tersangka ini terlibat mulai perencanaan, penggusulan anggaranya, intinya modus korupsi bansos ini sudah by desain sejak dari awalnya,” tegas Poncho. Seperti diketahui, Usai diperiksa secara marathon oleh Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuaan Sosial (Bansos) Kelompok Ternak Tahun 2015, Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (14/2/2018).
Jaksa juga langsung melakukan penahanan badan terhadap Ketua DPRD Jember tersebut  untuk mempermudah jalannya proses penyidikan perkara penyelewengan dana bansos usulan DPRD Jember dengan total anggaran keuangan negara yang digulirkan untuk Bansos Kelompok Ternak Tahun 2015 hingga senilai 33 milyar rupiah. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *