Resolusi 2018, Gubernur Prioritaskan Antisipasi OTT Korupsi

Memasuki awal tahun 2018, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menegaskan resolusi terkait maraknya kasus OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pakde Karwo, sapaan akrab gubernur, menjelaskan jika antisipasi OTT korupsi bakal menjadi program integritas yang akan dilakukan oleh Pemprov Jatim.
“Belajar dari tahun 2017, maka tahun 2018 resolusi OTT ini harus menjadi program integritas. Tidak hanya tugas pemerintah namun juga menjadi tugas tokoh agama untuk mendorong agar moralitas membaik,” jelas Gubernur Jatim dua periode tersebut.
Selain itu, Pakde Karwo juga mengajak media massa untuk bisa ikut membantu memberikan informasi yang baik. Pasalnya, kata dia, peran media dalam memberikan informasi yang baik dan berguna bagi masyarakat menjadi sangat dibutuhkan.
Ia menjelaskan, dalam rangka pengurangan kasus OTT terkait korupsi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. “Sudah dikumpulkan Kapolda untuk tim saber pungli. Ini dilakukan agar ke depan Jawa Timur bisa lebih baik dari tantangan itu,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan, korupsi merupakan tindak kejahatan paling serius yang mampu melemahkan pembangunan di segala bidang. “Korupsi adalah kejahatan serius yang dapat melemahkan pembangunan, sosial, dan ekonomi di semua masyarakat. Tidak ada negara, wilayah, atau masyarakat yang tidak terjangkit kasus korupsi ini,” kata Pakde.
Menurutnya, korupsi adalah musuh bersama. Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berupaya memberantas korupsi. “Keadilan harus ditegakkan untuk melawan korupsi agar tidak menjadi penghambat suksesnya pembangunan di daerah,” jelas Gubernur Jatim dua periode tersebut.
Saat ini, lanjut dia, sangat banyak perlawanan yang dibangun oleh koruptor untuk melawan upaya pemberantasankorupsi. “Perlawanan para koruptor ini dibangun lewat opini menyesatkan diberbagai media sosial sehingga dibutuhkan kemurnian integritas aparat terkait untuk memberantas koruptor lebih efisien dan efektif,” ungkapnya.
Untuk itu, Pakde Karwo mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersatu melawan korupsi supaya bahaya laten yang menrupakan kejahatan serius itu bisa sirna dari daerah Jawa Timur dan juga Indonesia. “Kita harus kerja kolektif dan masif untuk memberantas korupsi dan mencegahnya,” tukasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *