Diduga Bersikap Arogan, Oknum PNS DPU BMCKTR Banyuwangi Divonis Bersalah

BANYUWANGI, AP.com – Oknum PNS yang berdinas di PU Binamarga, Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi yang diduga sebagai otak persoalan kisruhnya Kelurahaan Singonegaran, kemarin, kamis (26/4/2018) telah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi.
“Terdakwa terbukti bersalah, dihukum 1 bulan penjara percobaan tiga bulan dan harus membayar denda,”kata hakim, Wayan.

Dengan vonis itu maka bila terdakwa melakukan pidana lagi dalam selang kurun waktu 3 bulan maka hukuman terdakwa 1 bulan efektif berlaku dan ditambahkan hukuman pidana terbaru.

Selain itu selama kurun waktu 3 bulan yang terdakwa Asmu’i harus wajib lapor ke Polres Banyuwangi.

Diketahui, Dalam kasus ini Asmui diancam pasal 315 dengan ancaman hukuman penjara 4 bulan dua minggu.

terdakwa dituntut karena diduga melakukan hujatan kata kata kotor yang sangat tidak pantas diucapkan dan mendorong serta berlanjut memprovokasi warga untuk mengintimidasi bergerombol dirumah pelapor yang dipimpin oleh Atim.
Motif yang hampir sama juga dilakukan terdakwa Asmu’i dalam kasus pemberhentian Hayatul Makin dari jabatan ketua RW yang akhirnya sudah dibatalkan PTUN Maret 2016 lalu. Dirinya melibatkan beberapa pihak dalam kasus tersebut.

Saat sidang berlangsung, sejumlah pengunjung dan Hakim yang memimpin sidang nampak terlihat sempat menggeleng gelengkan kepala dan heran mendengar cara terdakwa Asmu’i mengelak dari dakwaan.

Pasalnya Kali ini Asmu’i mengaku yang menghujat dengan kata-kata kotor serta menuding-nuding Korupsi Hayatul Makin didepan anggota pengajian di Mushola adalah orang lain Wahidayati yang tak lain istri Terdakwa sendiri.

Selanjutnya, saksi saksi yang dihadirkan dipersidangan membenarkan bila terdakwa memang melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan tersebut.

“saat kejadian itu di pengajian Rutin RT.02 Pak Makin memberikan laporan kegiatan Agustusan di Musholla, P makin tiba tiba didatangi ditunjuk-tunjuk pakai tangan kurang ajar kruptor, Asu, Bajingan kemudian didorong untung masih ditahan Pak Surahman,” kata saksi Hariyono.
Hal hampir senada disampaikan saksi lain.

“Pak Makin dihujat dengan kata Korupsi, Licik dan kata kalimat kotor lainnya kemudian didorong Asmui, kemudian beberapa orang bergerombol didepan rumah pak Makin,”ungkap Jaya yang bertempat tinggal bersebelahan dengan Pelapor.

Sementara itu 3 saksi lain Surahman, Kadir, Fathur Rohman mengungkap hal hampir sama terkait hujatan dan kata-kata kotor, mendorong maupun gerakan beberapa orang mengintimidasi bergerombol rumah Ketua Rw waktu itu.

“Asmu’i ngomong Makin Licik Saya yang menahan Makin biar tidak jatuh karena dorong Asmu’i,” kata Saksi Surahman.

Sementara itu, Misnadi SH Salah satu kuasa hukum Hayatul Makin menyatakan pihaknya akan banding.

“Karena fakta sidang sudah membuktikan terdakwa bersalah menghujat dengan kata-kata kotor, mendorong hingga hampir jatuh serta mendinamisir mengintimidasi mestinya terdakwa dihukum pidana penjara,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, hakim mengatakan terdakwa terbukti bersalah maka hukuman pidana (penjara) pantas diterima terdakwa.

“karena terbukti bersalah tapi hanya dihukum percobaan kita pertimbangkan banding,” imbuh Misnadi. (BD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *