Kapolda Jatim Perintahkan Perangi Miras Oplosan dan Ilegal

SURABAYA | AP.COM – Kepolisian Polda Jatim dan Jajaran menggelar acara pemusnahan barang bukti jenis minuman keras (miras) oplosan dan miras berbagai merk Ilegal di halaman parkir Ditreskrimum Polda Jatim pada, Jum’at, (27/4). Dari hasil Operasi Tumpas Cyber Miras selama 12 Hari Polda Jatim dan Jajaran, menyita, 50 ribu liter miras oplosan dan miras ilegal. Selain itu juga mengungkap 1311 kasus dengan total 2961 tersangka, 231 sebagai produsen, 2010 sebagai pengedar dan 720 sebagai pengguna.

“Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin.SH. dalam sambutannya menyerukan,“Kita tidak main-main, masalah miras harus kita hadapi bersama, jangan diserahkan kepada Polisi, sama pak Pangdam, sama pak kyai, tapi kita hadapi bersama-sama.
Keikutsertaan masyarakat sebagai bentuk melawan perang terhadap peredaran Miras dengan cara, melaporkan setiap ada kegiatan masyarakat yang disertai pesta Miras, “Jangan sampai ada orang mati baru lapor polisi, ini sungguh keterlaluan hingga harus kita hadapi bersama,” lanjutnya.

Tidak hanya pemabuk, para produsen, penjual miras ilegal diseluruh Jawa Timur harus ditangkap.
Selama ini kasus minuman keras termasuk tindak pidana ringan atau tipiring, pelanggar tindak pidana jenis ini biasanya tidak ditahan lantaran ancaman yang dikenakan dibawah tiga bulan penjara.

Namun kali ini Kami akan menjerat dalam Pasal 204 KUHP tentang penjualan barang berbahaya dan atau Pasal 300 KUHP tentang menjual minuman yang memabukkan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Jika korbannya meninggal dunia, ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan agar tuntutan diajukan saat sidang kasus Miras diperberat, terutama produsen dan penjualnya.”tegas Kapolda. (Supra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *