Dugaan Pungli Pengurusan PTSL Tahun 2017 Desa Banyuanyar Dilaporkan Ke Polres Banyuwangi

BANYUWANGI | AP.COM – Masyarakat Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi mendatangi Mapolres setempat. Kedatangan mereka dalam rangka melaporkan Dugaan adanya pungutan liar (pungli) didesanya pada saat pengurusan Program Tanah Sistematis Langsung (PTSL) tahun 2017. Dugaan tersebut dilaporkan ke Polres Banyuwangi atas anjuran dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

“Pada waktu sepuluh hari yang lalu kita melapor ke Kejari Banyuwangi atas dugaan pungli yang dilakukan Panitia atau Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang dibentuk Kepala Desa Banyuanyar. Dari Kejaksaan kita dianjurkan untuk melapor ke Polres Banyuwangi, karena menurut pihak Kejari Banyuwangi, Panitia atau Pokmas pelaksana bukan dari ungsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga sehingga kejaksaan dugaan pungli atau pemerasan tersebut merupakan tindak pidana murni”. Ungkap Supriyadi, salah satu perwakilan dari warga yang turut datang ke Mapolres Banyuwangi.

Diketahui, kedatangan masyarakat pelapor tersebut, didampingi Muhammad Helmi Rosyadi Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM) yang juga Kordinator Gerakan Buruh & Rakyat Anti Korupsi (Gebrak).

Kehadiran mereka di Mapolres langsung diterima Kasat Reskrim Polres Banyuwangi.

Helmi panggilan akrabnya, saat dikonfirmasi mengatakan dalam laporan tersebut, Bukti yang kita bawa antara lain kuitansi pembayaran, susunan panitia dan vidio rekaman orang-orang yang ikut progam PTSL.

“kami mendukung masyarakat Desa Banyuanyar untuk melapor dugaan pungli dan pemerasan. Kami akan memantau perkembangan dari laporaan masyarakat Desa Banyuwangi di Polres sampai ke tahap penyelidikan/penyidikan sampai penetapan tersangka. Menurut Peraturan hukum yg mengatur program PTSL tarikan yang diperbolehkan hanya sebesar Rp. 150.000 rupiah, namun tarikan biaya di Desa Banyuanyar di luar batas kewajaran bahkan mencapai jutaan rupiah. Ini tidak bisa dibiarkan, kasian masyarakat terutama masyarakat miskin”. Jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bila sebanyak 300 bidang yang mengikuti program PTSL pada tahun 2017 di Desa Banyuanyar. “rata-rata perbidang dikenakan biaya diatas 1 juta rupiah, imbuh Helmi. (BD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *