Diduga Menyalahgunakan Wewenang, Kepala BPN Mojokerto Dipolisikan

MOJOKERTO – AP.COM – Kekecewaan tampak jelas diraut wajah janda warga Ngoro Kabupaten Mojokerto, pasalnya rumah yang disinggahin oleh dirinya dan anak serta orang tuanya saat ini sudah beralih nama ke pihak lain yang dirasa oleh dirinya banyak kejanggalan.

Sebut saja Winda warga Ngujingan desa Purwojati Kecamatan Ngoro harus berjuang pontang panting mempertahankan rumah tinggalnya yang hendak di kuasai dan sudah beralih nama sertifikat atas nama Ir. Firman Maulana Aulia yang menurut keterangan adalah pemenang lelang, padahal menurut Winda dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya lelang.

Lebih lanjut menurut keterangan Winda, pada kisaran oktober 2011 Winda telah mengajukan permohonan pinjaman sebesar 250 juta yang pembayarannya di angsur selama 84 bulan melalui bank Mega cabang Jemur Handayani Surabaya dengan 3 jaminan SHM no. 1783, SHM no. 1784 dan SHM no. 1785 atas nama Winda Prasetiyani, selanjutnya pada angsuran ke-7 Winda mengalami kesulitan membayar angsuran dan akhirnya dirinya mengajukan permohonan penambahan pinjaman namun ditolak dengan alasan yang tidak jelas, selanjutnya pada bulan November 2015 Winda tiba-tiba didatangi oleh 5 orang yang tidak dikenal mengaku orang suruhan Ir. Firman Maulana Aulia pemenang lelang, ke 5 orang suruhan menunjukkan foto kopi sertifikat milik Winda yang saat itu sudah berubah nama menjadi Ir. Firman Maulana Aulia.

Masih dalam keterangan Winda, dirinya ditekan dan diintimidasi oleh pihak yang mengaku pemenang lelang agar segera mengosongkan rumah yang Winda tempati,tegasnya.

Berbagai upaya dilakukan oleh Winda termasuk menanyakan perihal lelang rumahnya ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Sidoarjo, dan ternyata juga tidak pernah melihat proses lelang rumahnya, imbuhnya

Begitu juga dengan hasil sidang perdata di PN Mojokerto Winda sangat kaget, pasalnya 3 lahan rumah miliknya yang senilai 1.2 Milyart hanya dilelang dengan harga Rp. 111.000.000,- secara logika saja hasil lelang belum cukup digunakan untuk melunasi hutang dirinya.

Dengan kenyataan ini Winda saat ditemui dikediamannya mengatakan, kuat dugaan sepertinya ada konspirasi antara pihak Bank Mega, rekayasa pihak KPKNL, BPN Mojokerto dan pemenang lelang, sehingga dari kebijakan yang dirasa kurang tepat ini Winda mengalami kerugian materiil ratusan juta rupiah dan dengan terpaksa Winda mencari keadilan dengan melaporkan Suprapto, SH Kepala BPN Mojokerto tahun 2015 ke SPKT Polda Jawa Timur dengan bukti tanda lapor nomor : TBL/459/IV/2018/UM/JATIM terkait dugaan tindak pidana Penyalahgunaan Wewenang. (samsul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *