“Lumbung Bailorah” Wadah Sinau Bareng Masyarakat Blora

BLORA | AP.COM – Ada suasana berbeda di salah satu sudut alun-alun kota Blora pada hari Selasa pon, 8 mei 2018. Semenjak bakda (setelah) isya’, sejumlah warga berkumpul dan memadati depan panggung dan duduk santai di depan halaman Gedung Sasana Bhakti Kabupaten Blora guna menghadiri Satu tahun Majelis Masyarakat Maiyah Lumbung Bailorah.

 

Dengan mengambil Tema “Generasi Kempong” menghadirkan Habib Anies Sholeh Ba’asyin (Pati) ; Drs. Ilyas M.ag (Semarang) ; dalang Ki Sigit Ariyanto S.sn (Rembang). dan di ramaikan oleh Orchestra Gamelan Kahuripan dari Gunung kidul Yogjakarta. sepanjang acara berlangsung acara di penuhi dengan antusiasme dan juga canda tawa para jamaah.

Menurut Bambang salah seorang Pegiat yang hadir, “acara yang seperti ini tidak akan terjadi kalau tidak karena ikut campur Allah SWT”, Ungkapnya.

“Para pegiat juga merasa senang dan kagum, dengan tata panggung yang termasuk mewah, juga sound sistem yang bagus disertai orcestra dari gunung kidul dan narasumber yang di hadirkan. Dan acara tetap berjalan dengan lancar meskipun hanya dengan dana sukarela yang tak seberapa, namun dapat menyuguhkan sesuatu yang memukau dan tanpa mencari sponsor apapun. menurutnya, disitulah peran allah SWT karena Alloh SWT acara ini terjadi”, Jelasnya.

Lumbung Bailorah sendiri adalah nama yang di berikan Oleh Emha Ainun Najib atau sering di sapa Cak Nun. ketika para pegiat sowan kepada beliau. setelah menghadiri Maiyahan Padhang Mbulan di Jombang Jawa Timur satu tahun yang lalu. dan pada hari itu 6 mei di jadikan sebagai hari jadi Lumbung Bailorah.

Majelis masyarakat Maiyah Lumbung Bailorah adalah lingkar maiyah Blora adalah salah satu bentuk kepedulian dan upaya dari para pegiat. yang bertujuan sebagai wadah untuk sinau bareng untuk menciptakan segitiga cinta antara *Allah-Nabi Muhammad SAW-Manusia* dimana kita selalu mencampurkan Alloh SWT di setiap kejadian ataupun peristiwa. Dan juga untuk menggugah kembali kepedulian masyarakat akan Budaya yang kita miliki dan mulai di lupakan. Dan juga untuk menciptakan pemikiran yang konprehensif bagi generasi-generasi penerus dan juga para pemimpin yang Kempong.

Di waktu acara mauidloh kyai ilyas menyampaikan tentang pembahasan maiyah. “Jangan bilang ini pengajian, malam ini itu maiyah,” Ucap beliau pada waktu acara.

Menurut kiyai Ilyas, bahwa maiyah itu adalah “Wadah sinau bareng”. Semua yang hadir saling belajar untuk memrbicarakan sana – sini, singgung sana singgung sini, agar saling mengerti keadaan masing -masing.

Ditegaskan oleh kyai Ilyas bahwa Alloh SWT menciptakan tanah di beberapa daerah sesuai konturnya, sehingga cocok ditanami tumbuh-tumbuhan yang pasti subur, contohnya Blora dan sekitar cocok tanaman pohon Jati karena tanah kapur, dan daerah Wonosobo cocok tembakau dan sebagainya.

“Maiyah itu berbagai judul yang absurd, sedangkan absurd itu kacau,” tegas kyai Ilyas.

Jadi, Maiyah ada untuk membahas apa – apa yang menjadi gejolak dan di maiyah di selesaikan dengan cara duduk bersama dan membahasnya dengan kepala dingin.

Kedepannya Majelis Masyarakat Maiyah Lumbaung bailorah insyaalloh akan di laksanakan maiyahan rutin pada tanggal 6 disetiap bulannya. dengan lokasi yang sama di halaman gedung Sasana Bhakti. dan harapannya antusias warga untuk hadir semakin tinggi untuk mengikuti maiyahan baik dari kota sebelah dan khususnya masyarakat kota Blora sendiri. (Arief/Adirin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *