Guru PNS Ini Diciduk Lantaran Menipu, Janjikan Korban Bisa Jadi CPNS

PROBILINGGO | AP.COM – Penipuan berkedok calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Probolinggo, kembali terjadi. Rabu lalu (9/5), Satreskrim Polres Probolinggo berhasil membekuk dua tersangka kasus penipuan calo CPNS. Bahkan, salah satu pelaku berstatus PNS guru di Paiton.

Kedua tersangka adalah Harianto Efendi, 64, warga Dusun Gayam Rt 011 Rw 005 Desa Plampang Kecamatan Paiton dan Tajang, 56, guru PNS asal Dusun Krajan Desa Pandean Kecamatan Paiton. Kini kedua tersangka dijebloskan di tahanan Mapolres Probolinggo.

Kasat Reskrim AKP Riyanto saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan dua tersangka yang diduga kuat melakukan penipuan modus calo CPNS. Akibat kejadian itu, korban pun mengalami kerugian hingga ratusan juta. Korban adalah Asnawi, 50, warga Desa/Kecamatan Tiris.

“Kejadian penipuan modus CPNS ini terjadi pada tahun 2014 lalu. Korban baru melaporkan Oktober 2017 silam. Korban awalnya sempat berusaha menagih janji tersangka. Tapi ternyata pelaku tidak punya iktikad baik,” katanya Kamis (10/5).

Kasat Reskrim menjelaskan, awal kejadian bermula saat tersangka Tajang, berkali kali ke rumah korban Asmawi. Kemudian tersangka menawarkan anak korban menjadi anggota CPNS dan dimintai uang senilai Rp 150.000.000. Akhirnya di tahun 2014 itu, korban menyetujui iming iming tersangka.

“Kemudian pada tanggal 25 Mei 2014, korban dibawa oleh tersangka Tajang ke rumah tersangka Hariyanto dan menyerahkan uang senilai Rp 75 juta. Lalu dibuatkan kwitansi surat lernyataan oleh tersangka Hariyanto dengan saksi istri korban,” terangnya.

Selang beberapa lama kemudian dikatakn Kasat Reskrim, korban kembali menyerahkan uang Rp 75 juta pada tersangka Tajang dengan diangsur sebanyak 3 kali. Namun, setelah ditunggu-tunggu, anak dari korban tidak kunjung jadi anggota CPNS. Di akhir tahun 2014 para tersangka sulit dihubungi. Hingga akhirnya, korban melaporkan kejadian itu ke Polres.

“Tersangka dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan. Ancaman hukuman maksimal selama 4 tahun penjara,” tegasnya.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *