Berikut Hasil Hearing DPRD Nganjuk Dengan FDTPTS

NGANJUK | AP.COM – Pembangunan jalan tol Solo Kertosono (Soker) beberapa bulan terakhir ini ternyata menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat sekitar proyek nasional tersebut.

Jumat (11 Mei 2018), puluhan masyarakat Kecamatan Rejoso yang tergabung dalam Forum Desa Terdampak Pekerjaan Tol Soker (FDTPTS) mendatangi Kantor DPRD Nganjuk untuk melakukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan para wakil rakyat tersebut.

Ketua komisi 3 DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono yang saat itu memimpin jalannya rapat mengatakan bahwa hearing dengan FDTPTS ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik terkait dampak pembangunan tol yang melewati sejumlah Desa di wilayah selatan Kecamatan Rejoso dan bertepatan yang mengerjakannya yakni PT. Wijaya Karya (WIKA).

“Para masyarakat  FDTPTS datang ke kantor dewan tujuannya untuk mencari solusi terbaik, tapi sayang pimpinan PT. WIKA tidak hadir, yang datang hanya perwakilannya saja dn tidak mampu memberi keputusan,” ujarnya.

Lantaran pimpinan PT. WIKA belum bisa hadir, lanjut Tatit, hearing tersebut akhirnya ditunda dan akan kembali digelar Minggu depan tanggal 18 Mei 2018.

Meskipun hearing ditunda, DPRD Nganjuk tetap membuat keputusan. “Mulai tanggal 12 Mei 2018 kendaraan dump truk pengangkut uruk dengan ukuran besar dan melebihi tonase jalan, sementara jangan beroperasi dahulu sampai keputusan lebih lanjut,” terang Tatit.

Sementara itu, ditempat yang sama,
perwakilan FDTPTS, Sutikno menyampaikan bahwa keputusan yang telah dicapai dalam hearing ini harap segera di patuhi oleh PT. WIKA.

“Kalau pihak PT WIKA tidak mengindahkan keputusan ini dan masih memakai dump truk ukuran sangat besar dalam mengangkut tanah uruk. Jelas kami sangat kecewa, tapi disisi lain kami akan tetap memakai jalur resmi untuk menuntut PT WIKA,” pungkasnya.(KMR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *