Kapolda Jateng Hadiri Seminar Rakorwil dan Pelantikan DPW, DPC IPI di Blora

BLORA | AP.COM – Bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Amal Desa Jiworejo Kecamatan Jiken Kabupaten Blora telah dilaksanakan serangkaian acara dalam rangka Seminar, Rakorwil dan Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Pondok Pesantren Indonesia (IPI) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kepolisan Daerah Jawa Tengah (Kapolda Jateng) Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum.

Bersamaan dengan hadirnya Kapolda, hadir pula Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Bupati Blora H. Djoko Nugroho, Dandim 0721/blora Letkol Inf Ryzadly Syahrazzy Themba, S. Sos,Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H. Untuk Menyambut Kedatangan Pimpinan Nomor 1 di Kepolisian Jawa Tengah.

Serangkaian acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Amal Blora, Sambutan kebangsaan disampaikan Kapolda Jateng dengan tema menggairahkan semangat bela negara santri dalam berbangsa dan bernegara sebagai tradisi di lingkungan pondok pesantren.

“Untuk itu kita semua memahami Empat Pilar kebangsaan yaitu, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945. Kalau meminjam istilah KH Maimun Zuber, yaitu PBNU,” ujarnya.
Dijelaskan oleh Kapolda Jateng, Pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan cerminan kepribadian bangsa, sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemudian Bhineka Tunggal Ika, sebagai alat perekat pemersatu mengingat berdirinya negara ini yang mendirikan semua komponen bangsa, semua suku yang ada di Indonesia.

“Termasuk santri, TNI – POLRI, pemuda-pemuda, yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha ikut mendirikan negara ini. Sehingga Bhineka Tunggal Ika sebagai alat perekat dan pemersatu,” kata Kapolda Jateng Irjen Polisi Condro Kirono.

Selanjutnya UUD 1945, menurut Kapolda Jateng, merupakan konstitusi, dan NKRI merupakan rumah besar yang harus dijaga dan dibela terus keutuhannya.

“Kalau kita berbicara masalah kebangsaan tidak terlepas dari rasa cinta tanah air. Sebab tanah air menjadi elemen penting dalam perjuangan. Tanah air tidak ubahnya rumah yang dihuni oleh ratusan juta manusia,” jelasnya.

Islam, menurut Kapolda Jateng, mengakui hak atas keamanan tempat tinggal dan memperbolehkan pembelaan bila terjadi ancaman yang membahayakan. “Sehingga hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo karena peran santri dalam andil membela tanah air dan mengusir penjajah,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Jateng mengucapkan terima kasih kepada KH Zaini Ahmad yang sudah mengawali acara dan memanjatkan doa serta berempaty kepada anggota Polri yang gugur pada saat melaksanakan tugas di Rutan Cabang Salemba yang berada di Mako Brimob.

“Dari lima korban, empat diantaranya dari Jawa Tengah,” jelasnya.
Yaitu Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto dari Bumiayu (Brebes), Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas dan Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dari Kebumen. Kemudian, Brigadir Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho dari Kota Magelang.

“Sehingga pada saat itu kami bagi tugas. Saya menjadi Irup di Brebes, memimpin upacara secara dinas kepolisian. Wakapolda di Kebumen dan Irwasda di Magelang. Kepada KH Zaini Ahmad dan peserta, kami mengucapkan terima kasih atas doanya, termasuk kemarin dilaksanakan sholat ghoib usai sholat Jumat. Termasuk dari TNI kami juga ucapkan terimakasih atas empaty, solidaritas dan soliditas,” jelasnya.

Masih menurut Kapolda Jateng, sebagaimana disampikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho bahwa di Kabupaten Blora khususnya dan kabupten/kota lain di Jawa Tengah relatif aman dan kondusif menjelang pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan berlangsung 27 Juni 2018.

Kapolda juga berharap, warga masyarakat bisa memilih pimpinan dan menggunakan hak suara di tempat pemungutan suara.

Dikatakan lebih lanjut, seringkali dengan kemajuan teknologi dan informasi ini banyak sekali berita-berita yang masuk dan berpotensi memecah belah kita.

“Termasuk peristiwa yang terjadi di Rutan Cabang Salemba yang berada di Mako Brimob juga beredar berita hoax yang memecah belah dan membuat rasa kekawatiran dan ketakutan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Kapolda Jateng, dimohon segenap para santri dan seluruh keluarga besar IPI untuk kiranya bisa menyaring mana yang baik dan dapat menyaring informasi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Kami juga ucapkan selamat kepada pengurus DPW, DPC IPI yang akan memegang amanah untuk membangun soliditas diantara pondok pesantren,” ujarnya.

Kapolda Jateng juga menyerahkan bantuan alat olah raga dan kitab suci Al-Quran kepada ponpes setempat di dampingi oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ryzadly Syahrazzy Themba, S. Sos, dan Forkompimda serta Plt Gubenur Jateng yang diwakili Kepala Kesbangpol Jateng serta Direktur Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya Kementerian Dalam Negeri RI Drs Lutfi TMA, MSi.

Di tempat yang sama Bupati Blora Djoko Nugroho, dalam sambutannya antara lain menyampaikan dua minggu lalu Kapolda Jateng datang ke Blora, namun sekarang datang lagi ke Blora.

“Tentu ini atas kecintaannya kepada Blora. Saya atas nama warga Blora mengucapkan terima kasih. Saya laporkan juga kepada Bapak Kapolda Jateng bahwa situasi Blora aman atas kerja sama yang baik antara Dandim dan Kapolres. Khususnya jelang Pilgub, juga aman,” ujar Bupati Djoko Nugroho.

Bupati Djoko Nugroho juga melaporkan bahwa Posyandu di desa Jiworejo adalah juara 1 tingka Jawa Tengah. “Semoga di tingkat Nasional juga meraih juara,” harapnya.

Kedatangan Kapolda Jateng ke Blora kali ini dengan naik pesawat helikopter yang turun di lapangan desa Jiworejo. Siswa-siswi SD setempat menyambut kedatangan Kapolda dengan mengibarkan bendera merah putih
Sementara acara hiburan dimeriahkan oleh kelompok seni hadroh binaan pondok pesantren dan pemerintah desa Jiworejo. (Red-ADN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *