FKKMI Adakan Pelatihan Pemandu Koperasi Tingkat Nasional Di Semarang


SEMARANG | AP.COM – Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di indonesia sedang mengikuti acara Pelatihan Pemandu Dasar (PPD) II.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Perkoperasian Nasional (LAPENKOPNAS) yang bekerja sama dengan Badan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (BPP FKKMI). Yang diselenggarakan selama 5 hari terhitung tanggal 11-15 Mei 2018 di Hotel Siliwangi kota Semarang.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang tersebar di 6 propinsi di seluruh Indonesia. Diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Yang seluruhnya merupakan aktifis-aktifis dari Koperasi Mahasiswa di tiap-tiap perguruan tinggi.

Ketua BPP FKKMI, Eka Setya Dian Anggriawan, menyampaikan pada saat pembukaan (11/05/2018) bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yang diseelnggarakan di Bandung pada tahun lalu. Lebih lanjut, Eka menegaskan bahwa pelatihan ini akan menjadi proyeksi bagi kelangsungan kaderisasi koperasi di masing-masing daerah peserta.

“Dari hasil Pelatihan Pertama yang diselenggarakan tahun lalu di Bandung, sudah menciptakan hasil yang signifikan. Diantara beberapa peserta yang menjadi bagian dari LAPENKOPWIL masing-masing daerahnya. Dan di PPD 2 ini diharapkan hasil yang di capai akan lebih masif lagi. Sehingga, kegiatan PPD 2 ini memberikan hasil yang signifikan. Tidak hanya sebatas pelatihan yang tidak membuahkan hasil” tutur Eka saat pembukaan acara Pelatihan Pemandu Dasar II.

Pelatihan ini juga di hadiri oleh Sekretaris Jendral Dewan Koperasi Indonesia (Sekjen Dekopin), Bapak Neddy Rafinaldy Halim. Dalam pemaparan materinya, Neddy memeberikan motivasi kepada peserta tentang pentingnya wirausaha bagi lulusan mahasiswa.

“Lulusan mahasiswa itu kebanyakan bingung mencari pekerjaan, yang ada paling jadi pengguran atau tidak ada kerjaan.

Maka wirausaha menjadi penting agar menyelamatkan lulusan mahasiswa yang bingung atau kurang beruntung mendapatkan pekerjaan”
Di akhir pemaparannya, Neddy kembali menegaskan kepada seluruh pserta PPD II tentang proyeksi pemandu ke depan.
“pemandu ke depan harus bisa memperbaiki koperasi yang ada di daerah masing-masing.

Sehingga, tugas dan fungsi pemandu akan jelas dan memberikan hasil yang lebih signifikan. Jika tidak bisa, maka kesimpulan dari acara pelatihan ini adalah gagal” tutur Neddy. (Ada/ mlt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *