Gladi Posko Kodim 0816/Sidoarjo


SIDOARJO | AP.COM –
Kodim 0816/Sidoarjo menggelar *LATIHAN POSKO – I BHAJA SIAGA-18 TAHUN 2018* dengan mengusung tema, ”Kodim 0816 Sidoarjo melaksanakan Operasi bantuan kepada Pemda di wilayahnya dalam rangka operasi militer selain perang”, Senin (18/5).

Gladi posko yang digelar selama tiga hari dari tanggal 16 s/d 18 Mei 2018 Pukul 08.00 sd selesai itu sebagai upaya untuk menyiapkan kekuatan TNI dalam sebuah proses penanganan bencana alam banjir dan bantuan lain kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo.

Pada pembukaan latihan tersebut diawali dengan dilakukan Coffee Morning bersama Forkopimda Sidoarjo, SKPD dan Instansi lintas sektoral lainnya serta tokoh masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Pada kesempatan tersebut Dandim 0816/Sidoarjo selaku Komandan Latihan Gladi Posko menjelaskan tentang berbagai langkah terkait penanggulangan bencana banjir.

“Gladi Posko merupakan metode latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan prosedur hubungan komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi bantuan menanggulangi akibat bencana alam banjir dan pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan,” kata Dandim Sidoarjo, Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P

“Adapun tujuan dilaksanakannya gladi posko adalah untuk mengetahui sejauhmana kesiapan operasional jajaran Kodim 0816/Sidoarjo. Khususnya dalam mengimplementasikan protap-protap yang ada,” jelas Dandim.

Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Inf Fadli Mulyono, S.I.P juga mengatakan bahwa gladi posko dilakukan untuk meningkatkan hubungan komandan dan staf dalam merencanakan operasi dan melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan komando pengendalian operasi serta menyelenggarakan implementasi prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu pos komando.

”Dengan kegiatan yang dipusatkan di Aula Makodim 0816/Sidoarjo, gladi posko itu mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan dengan kemampuan yang memadai khususnya dalam menanggapi, menangani dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah,” tutur Letkol Fadli Mulyono. (ZEEY/LYN/Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *