Sabu 1 Kg Dimasukan Dalam Kandungan Gulungan Benang di Gagalkan Petugas Bea-Cukai Bandara Soekarno Hatta

TANGGERANG | AP.COM – Petugas bea cukai Bandara Soekarno-Hatta telah menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ekstasi dan sabu – sabu. Pelaku pembawa barang haram ke Indonesia tersebut yang diduga seorang wanita warga negara asing yang berasal dari Malaysia. 

Wanita malaysia tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelundupan itu.

Dalam press release kepada awak media Jumat, (18/05/2018). “Petugas mengamankan seorang penumpang wanita warga negara Malaysia berinisial BSY (27) yang tiba menggunakan pesawat Batik Air rute Kuala Lumpur-Jakarta,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Situmorang dalam keterangannya.

Penyelundup itu dilakukan tersangka pada pertengahan bulan April lalu. Dia menyelundupkan 1.470 pil ekstasi di selangkangannya.

“Penumpang tersebut membawa pil yang sudah dibungkus dengan plastik, lalu disembunyikan dengan cara dilekatkan pada selangkangannya,” imbuhnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku disuruh mengantarkan barang haram itu ke sebuah hotel di Jakarta. Namun saat petugas membawa tersangka ke hotel, tak ada orang yang menjemput pil ekstasi asal Malaysia itu.

Penggagalan penyelundupan juga dilakukanlah petugas Bea-Cukai pada hari Sabtu, (12/05/2018) di area kargo Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu petugas mencurigai sebuah paket kiriman gulungan benang dari Lagos, Nigeria.

Petugas memeriksa paket itu. Sebanyak 1 kilogram sabu didapat dalam gulungan benang tersebut. “Petugas mendapati 15 gulungan benang berisi kristal bening yang ternyata positif mengandung methamphetamine (sabu) dengan berat total mencapai 1.065 gram,” ujar Erwin.

Bea Cukai bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta kini masih mencari siapa penerima paket sabu tersebut. Penumpang yang sudah jadi tersangka dijerat pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup. (Tim-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *