Aktivis Milenial Dalam “Terima Kasih Reformasi, Saatnya Transformasi”

JAKARTA | AP.COM – Dalam rangka menperingati 20 tahun reformasi, hari ini Aktivis Milenial menyelenggarakan Panggung Aktivis Milenial dengan tema, “Terima Kasih Reformasi, Saatnya Transformasi” dimana acara tersebut menghadirkan peserta lebih kurang dari 170 orang, pada hari Sabtu 19 Mei 2018, di D.lab EV HIVE Jl.Riau No 1 Menteng, Jakarta Pusat.

Dan turut hadir sebagai Narasumber diantaranya yakni: Haykal Kamil (Aktor/Produser), Anggawira (HIPMI), Zivanna Letisha Siregar (Putri Indonesia 2008/Penulis Buku), Phirman (KAMMI), Al Fatih Timur (Founder Kitabisa.com) serta Lidya Natalia Sartono (Ketua Umum PMKRI Periode 2013 hingga 2015) dan dimoderatori oleh Najla Hilabi (Jurnalis).

Menurut keterangan M. Pradana Indra Putra, Koordinator Aktivis Milenial menuturkan, “hari ini kita ikut merayakan Reformasi bukan untuk menengok masa lalu tapi untuk menyiapkan masa depan. Kita ingin berterima kasih kepada Gerakan Reformasi 1998, dan melanjutkan agendanya secara Iebih luas. Agenda itu adalah penguatan kemandirian warga negari Iewat sektor pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan, “ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, “Kaum aktivis adalah mereka yang tidak hanya menuntut perubahan, tapi mau mewujudkan perubahan itu. Sedangkan kaum millenial adalah mereka yang sadar teknoIogi, dan siap berkompetisi untuk meningkatkan kehormatan bangsanya di mata dunia, “ucap Pradana seraya menambahkan, “Bahwa Aktivis millenial adalah orang orang yang mewarisi semangat founding fathers republik ini, yang menggunakan kecerdasan, keberanian dan teknologi yang dipegangnya, untuk kebaikan orang banyak. Bisa jadi mereka berprofesi sebagai Dokter, Desainer, Pengacara, Pengusaha, Pendidik, Tokoh Publik, Musisi, dan Politisi. Mereka mau membangun perubahan dari ruang paling kecil, “ungkapnya.

“Namun Indonesia saat ini punya 65 juta anak muda usia 16 hingga 30 tahun. Dengan jumlah sebesar ini, dan jika dikelola dengan baik, kita optimis masa depan Bangsa Indonesia akan lebih maju ke depan”.

“Dan Kita perlu bekerja bersama mendorong transformasi yang kita mau, yang kita harap indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, “tutup Pradana. (Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *