Polresta Sidoarjo Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Project Pembangunan Jalur Ekstrem Sepedah dan Motor Cross Lingkar Timur Di Kejari Sidoarjo

SIDOARJO | AP.COM – Satreskrim Polresta Sidoarjo bakal melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan jalur ekstrem untuk sepeda dan motor cross di Lingkar Timur Sidoarjo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Kamis (5/4/2018) pagi.

Dalam perkara ini, penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo telah menetapkan lima orang tersangka.

Pertama satu tersangka, Mulyadi (mantan Sekretaris Dispora Sidoarjo) yang dalam proyek ini bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

Dari situ Satreskrim kemudian mengembang dan menyidik, akhirnya menetapkan empat orang lagi menjadi tersangka.

Antara lain, Martono (Konsultan Perencana PT Indra Kila), Usman (Pimpinan CV Sinar Cemerlang yang memenangkan tender), Hadi Putranto dan Deny selaku pelaksana proyek urukan. Mereka adalah pemenang tender dan pemenang penyedia barang dan jasa dalam proyek negara tersebut.

Pemenang proyek dianggap harus ikut bertanggung jawab terhadap adanya kerugian negara sekitar Rp 568 juta, dari total nilai proyek sebesar Rp 17,4 miliar yang dikucurkan melalui APBD Sidoarjo tahun 2015.

“Iya, pagi ini kasus tersebut akan kami limpahkan ke kejaksaan. Termasuk berkas perkara dan tersangkanya,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Kamis (5/4/2018) pagi.

Kerugian ini terungkap dari hasil audit BPKP Jatim Oktober 2017 lalu.

Project pembangunan sarana olahraga jalur ekstrem untuk sepeda dan motor ini dibangun di atas lahan satu hektar, di sebelah Gedung Serbaguna di jalan Lingkar Timur Sidoarjo.

Dalam prosesnya, diduga kuat ada ketidaksesuaian spesifikasi volume material dalam pengerjaan fisik proyek tersebut.

Kemudian dikuatkan dengan hasil audit BPKP Jawa Timur, yang akhirnya terungkap adanya dugaan korupsi setelah disidik Satreskrim Polresta Sidoarjo. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *