Depresi Karena Sapinya Mati, Warga Muraharjo Nekat Gantung Diri

BLORA | AP.COM – Yatmo (45) warga Dukuh Ngepung, RT06/RW02 Desa Muraharjo, Kec. Kunduran, Blora, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Jumat (25/5) sekira pukul 03.45 WIB dini hari.

Korban ditemukan tewas pertama kali oleh istrinya, Jami. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya sendiri lantaran depresi, karena Sapi peliharaannya mati.

Kapolsek Kunduran AKP Untung Hariyadi, mengatakan, Jami adalah orang pertama yang menemukan korban telah gantung diri.

“Kronologisnya, pukul 03.30 WIB korban dan istri bangun untuk makan sahur,” kata AKP Untung.

Lanjut kata dia, kemudian korban di tinggal keluar untuk membeli sayur di warung dekat rumah yang berjarak 200 meter.

Sekira pukul 03.45 WIB, istri korban pulang tetapi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan korban di panggil-panggil tidak ada jawaban.

“Jami merasa curiga melihat pintu rumah dalam keadaan terkunci, kemudian jami memanggil Podo (48) tetangganya untuk membukakan pintu rumah,” bebernya.

Lebih lanjut Untung menuturkan, setelah pintu rumah berhasil terbuka, Jami kaget bukan kepalang melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan Gantung diri.

“Istri korban jatuh pingsan dan Podo berteriak minta tolong kepada warga. Tidak lama warga datang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kunduran,” ujarnya.

Sementara itu, Suwardi salah satu perangkat desa setempat mengatakan, korban diduga mengalami depresi serta putus asa lantaran sapi peliharaannya yang seharga Rp 25 juta, telah mati.

Suwardi juga mengungkapkan, 2 minggu yang lalu, korban pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan cara menenggak racun tikus, beruntung nyawa korban masih selamat kerena di bawa ke puskesmas Kunduran.

“Benar, setelah sapinya mati beberapa waktu yang lalu, korban pernah mencoba menenggak meminum racun tikus. Tepatnya 2 Minggu yang lalu,” tandasnya.

Lama tak berselang, tim medis terlihat tiba di lokasi. Dari hasil pemeriksaan terhadap korban dan olah TKP yang dilakukan oleh kepolisian dan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiyayaan/kekerasan.

“Berdasarkan visum dan olah TKP oleh petugas, tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Jadi korban murni bunuh diri,” pungkas Kapolsek AKP Untung Hariyadi.(ADN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *