ARB Ambil Sikap Terkait 2 Oknum DPRD Banyuwangi Yang Mengaku Ada Bom

BANYUWANGI | AP.COM – adanya 2 (dua) oknum anggota DPRD Banyuwangi yang mengaku bila tas milik rekannya membawa bom di bandara blimbingsari, nampaknya membuat Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB) mengambil sikap.

“Rencana senin besok kami akan mengajukan surat permintaan hearing ke DPRD Banyuwangi,” ungkap Eko Sukartono, selaku koordinator ARB, sabtu (26/5/2018).

Selain itu, ARB juga akan melaporkan apa yang dilakukan kedua oknum tersebut ke aparat hukum serta melaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partainya masing-masing.

“Kami beranggapan bila apa yang telah dilakukan 2 oknum tersebut dapat berujung pidana, dan kami meminta agar DPP partai mereka masing-masing untuk memberikan teguran keras, bahkan bila dimungkinkan dilakukan PAW (Pergantian Antar Waktu), karena kita ketahui bersama bila selain sebagai wakil rakyat, mereka juga masing-masing dipartainya menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banyuwangi” lanjut Eko yang juga sebagai ketua LSM Rejowangi.

Hal tersebut dilakukannya, lanjut eko, karena menurut ARB, apa yang dilakukankan kedua oknum tersebut dianggap tidak etis.

“Walaupun mereka mengaku hanya bercanda, tetapi kami anggap tidak pantas seorang wakil rakyat melakukan hal tersebut, apalagi kita ketahui bersama bila beberapa waktu lalu, teror bom sempat menggemparkan masyarakat khususnya di Propinsi Jawa Timur,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dua anggota DPRD Banyuwangi, Naufal Badri dan Basuki Rahmad, diamankan oleh petugas bandara blimbingsari, Banyuwangi, rabu (23/5/2018), saat hendak terbang menuju Jakarta dengan pesawat Garuda GA 265. Mereka disebut telah mengancam keselamatan penerbangan karena mengatakan bila salah satu tas milik rekannya membawa bom. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *