Gelombang Gerakan ” TolakTambang di Pulau Laut terus Bergulir “

KOTABARU | AP. COM – Perjuangan masyarakat Pulau Laut menolak aktifitas pertambangan terus bergulir. Setelah aksi massa yang menghadirkan ribuan orang, kini perjuangan terus dilakukan dengan mengawal penuh sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin yang digelar atas gugatan PT. SILO GROUP setelah Ijin Usaha Pertambanganya dicabut oleh Gubernur Kalimantan Selatan.

Pada hari Jumat (25/04) persidangan memasuki masa sidang keempat dengan agenda menghadirkan saksi ahli dari Pihak Silo Group selaku penggugat yang menghadirkan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, sebagai Pakar Sosiologi Hukum. Ia menyatakan bahwa Masyarakat Pulau Laut berpotensi untuk digerakkan berdasarka pada basis kepentingan bisnis, yaitu tergantung pada siapa yang menggerakkan.

Sehari sebelumnya, Kamis (24/05), ratusan massa yang dikoordinir oleh diantaranya; Bang Tungku, Ketua LSM AKGUS dan Sugian Noor, Ketua Dewan Adat Dayak Kotabaru menyampaikan kurang lebih 10 ribu pernyataan masyarakat Pulau Laut (Kotabaru) yang menolak tambang di Pulau Laut dan mendukung SK Gubernur Kalsel, mencabut ijin tambang tiga perusahaan SILO Group.

Gerakan ini sebagai jawaban atas klaim Yusril Ihza Mahendra (YIM) yang menyebut adanya indikasi pengerahan Aparat pemerintah dan Kepolisian untuk menggerakkan Masyarakat menolak Tambang di Pulau Sebuku Pulau Laut Kabupaten Kotabaru.

Kini masa persidangan memasuki masa sidang yang penting, yaitu menunggu keputusan Pengadilan, apakah gugatan Silo Group terhadap pencabutan IUP oleh Gubernur Kalsel diterima atau ditolak, semuanya tergantung pada keputusan hakim yang memimpin persidangan.(red/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *