Diduga Memiliki Senjata Api Ilegal, 3 Lelaki Digelandang Ke Polres Banyuwangi

BANYUWANGI | AP.COM – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi berhasil mengamankan 3 orang lelaki. Ketiga tersangka bernama Agus Budiyono (AB) warga Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Norsius Mulyadi (NM) warga Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri, dan Eko Adi Prasetyo (EAP) warga Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Mereka ditangkap karena kedapatan memiliki senjata api yang diduga ilegal.

Penangkapan ketiga tersangka berawal dari adanya informasi bila ada warga sipil yang memiliki senjata api.

“Awalnya ada info yang masuk ke anggota, kemudian anggota bergerak melakukan penggeledahan kepada AB (31) di pinggir jalan sebelah jembatan Bangorejo tepatnya Jl. Purwodadi Desa Porwodadi Kecamatan Gambiran saat dirinya sedang berkendara, minggu (27/5/2018). Dari penggeledahan tersebut ditemukan dalam kendaraannya 1 (satu) pucuk senjata api jenis M 16 (223) beserta magazen, 10 (sepuluh) butir amunisi kaliber 5,5 mm, daging banteng / sapi hutan kurang lebih 20 kg, 1 (satu) kunci “L”, 1 (satu) kunci pembuka laras, 1 (satu) tas ransel warna hitam, 1 (satu ) bilah senjata tajam parang atau golok,” ungkap Kapolres Banyuwangi, AKBP Dony Adityawarman S.I.k. melalui AKP Panji Pratistha, selaku Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, rabu pagi (30/5/2018).

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan tersangka AB, diketahui jika senjata api tersebut dipinjam dari NM (48). “Anggota langsung menangkap pemilik senjata api dirumahnya,” jelas Panji kepada analisapublik.com .

Selain itu, lanjut panji, dari hasil pemeriksaan, AB juga mengaku bila dirinya memiliki senjata api yang saat itu dititipkan ke EAP (22).

“Dari pengembangan, kemudian anggota melakukan penangkapan terhadap EAP, senin (28/5/2018). Dari penggeledahan didapat senjata api rakitan terbuat dari gagang kayu bekas senjata angin yang diberi laras panjang berpelatuk serta amunisi / peluru buatan Pindad sebanyak 5 (lima) kotak @ 20 butir sehingga jumlah total 100 butir peluru calibre 5,56 x 45 mm, yang disimpan di gubuk / gudang tempat obat di belakang rumah tersangka EAP,” imbuhnya.

Atas perbuatanya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No 12 Thn 1951 tentang senjata api, amunisi, dan bahan peledak, dengan anacaman Hukuman mati / Penjara seumur hidup / Penjara sementara maksimal 20 tahun. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *