Hari Tanpa Tembakau Sedunia(World No Tobacco Day)Pemkot Kediri

KEDIRI | AP.COM – Resolusi penetapan oleh WHO tahun 1989 pada tanggal 31 Mei guna memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia setiap tahunya, Pemkot kediri kali ini turut memperingati dan peduli akan dampak bahaya konsumsi rokok.

Bertempat di ruang joyoboyo pemkot kediri Pjs Walikota kediri Jumadi memperingati Hari tanpa tembakau sedunia,hari hipertensi sedunia dan hari thalassemia sedunia.(31/5)

Turut hadir direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,Dinas kesehatan Provinsi Jatim,Dinas Kesehatan Kota kediri,Kepala OPD Pemkot Kediri,Camat dan lurah kota kediri serta mahasiswa.

Dalam sambutanya Jumadi berharap momentum peringatan hari tanpa tembakau sedunia dapat dijadikan kesempatan yang baik untuk membangun kawasan tanpa rokok sampai kawasan terkecil. Sehingga kota Kediri bebas dari rokok.

Meskipun kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas merokok saat ini masih menjadi peraturan walikota, namun Jumadi menegaskan tidak menutup kemungkinan jika ke depan akan menjadi Perda. Jumadi juga memiliki wacana untuk memberikan insentif bagi kelurahan yang memiliki kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas merokok dari Prodamas.

“Dari Prodamas bisa kita rencanakan untuk memberikan reward kepada kawasan-kawasan tanpa rokok,” tambahnya.

Sementara itu Direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Cut Putri Ariyani mengatakan bahwa pemerintah mencanangkan program masyarakat hidup sehat dengan melakukan 3 aktifitas. Yaitu melakukan aktifitas fisik 30 menit yang dilakukan rutin setiap hari, mengurangi konsumsi rokok dan membiasakan untuk mengkonsumsi buah dan sayur.

Melalui video conference, acara ini juga bisa dilihat secara langsung oleh Menteri Kesehatan dan peserta Peringatan Hari Tanpa Tembakau di Ruang Aula Siwabessy Kemenkes Jakarta Selatan.

Kota Kediri menjadi salah satu dari lima kota yang mendapat kesempatan untuk melakukan video conference dengan Menteri Kesehatan.

Kota Kediri juga menjadi salah satu penerima penghargaan Paramesti dari Menkes, Nila F Moeloek, karena telah memiliki Peraturan Walikota tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada 4 sekolah dan 2 kelurahan yang menerapkan kawasan tanpa rokok. Yaitu SMPN 1 Kediri, MTsn 2 Kediri, SMAN 2 Kediri, SMAK Petra Kediri, Kelurahan Kampungdalem dan Kelurahan Bawang. Selain itu, ada Pengukuhan Satgas Kawasan Bebas Asap Rokok Di Dalam Rumah RW 04 Kel. Kampungdalem.(pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *