Puluhan Napiter Dipindah ke Lapas Nusakambangan

CILACAP – AP.COM – Tahanan kasus terorisme dipindahkan dari Lapas Nusakambangan menuju Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat sejak Minggu (20/5/2018). Dari Lapas Nusakambangan, 50 tahanan tersebut diangkut mini bus diseberangkan ke Dermaga Wijayapura Kabupaten Cilacap.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto menerjunkan ratusan anggota gabungan untuk mengawal proses pemindahan tahanan kasus terorisme ini. Pengamanan sejak dari Dermaga Wijayapura sampai perbatasan Kabupaten Cilacap.

“Tugas kami hanya melakukan pengamanan dan menyerahkan pada tim yang sudah tiba dari BNPT, Densus dan Mabes Polri,” ujar Djoko usai mengawal pengamanan pemindahan.

Kepala Lapas Batu sekaligus Koordinator Kepala Lapas se-Nusakambangan dan Cilacap, Eka Hendra Putra mengemukakan, masing-masing tahanan terorisme yang dipindah dari lapas Nusakambangan menuju LapasLapas Kelas III Gunung Sindur Bogor yakni 31 orang, Lapas Besi 3 orang napi, Lapas Batu 7 orang dan Lapas Pasir Putih sebanyak 21 napi.

Sedangkan tahan napi teroris dari beberapa Rutan yang berada di DKI Jakarta dan Tangerang ke Lapas Klas IIA Pasir Putih, Lapas klas IA Batu, Lapas Klas IIA Besi Nusakambangan sebanyak 50 orang napi teroris, yakni 25 napi Lapas Besi dan 25 napi Lapas Batu.

Menurut laporan yang diterima oleh Pendim 0703/Cilacap, Selasa (29/05), bahwa pemindahan Napi Teroris (Napiter) dari Lapas yang berada di Jakarta menuju Lapas Nusakambangan ini merupakan Napi Teroris yang sudah di Vonis oleh pengadilan dan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan di lapas yang mempunyai tingkat keamanan High Risk.

Sedangkan tahanan kasus Teroris yang di pindah dari Lapas Nusakambangan ke Lapas Gunung Sindur Bogor merupakan tahanan yang belum mempunyai ketetapan hukum atau masih dalam proses Penyidikan dan proses Persidangan.

“Guna untuk mempermudah pihak berwenang melakukan proses penyidikan dan Persidangan.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Pemindahan napi dan tahanan kasus teroris baik dari luar menuju Lapas di Nusakambangan dan sebaliknya akan terus berlangsung, di karenakan rencana napi teroris akan di pusatkan di Lapas-lapas yang berada di Nusakambangan.” Tandasnya. (Mark)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *