SUWOTO : Dinas PU Bina Marga Lamongan, Diduga Praktik Jual Beli Proyek 

LAMONGAN | AP.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan diduga melakukan praktik jual beli proyek kepada sejumlah rekanan lelang,yang dilakukan Didinas PU Bina Marga Demikian disampaikan Suwoto salah satu kontraktor yang tiga kali mengikuti tender lelang namun proyek itu belum pernah dimenangkannya sekalipun.

Suwoto menjelaskan dari enam paket lelang sebenarnya semuanya sudah menawar. Sementara yang jadi ramai adalah paket lelang peningkatan jalan Soko Dagang yang tendernya dimenangkan Putra Sejati Bahagia. Kontraktor yang beralamatkan di Desa Dinoyo dusun Keputran kecamatan Deket yang sumber dananya dari Dana Alokasi khusus (DAK) tahun 2016 dengan nilai pagu paket Rp.6.402.500.000.00.

” Putra Sejati Bahagia waktu itu mempunyai kualifikasi kecil seperti itu kok bisa menawar dan menang paket lelang senilai Rp 6,4 miliar yang diperuntukan untuk kualifikasi non kecil. Ada apa ini dengan pokjanya, ini ada indikasi pemalsuan data, ” tandasnya.

Kontraktor asal Desa Beru kecamatan Sarirejo tersebut menegaskan pada waktu itu yang menjabat kepala ULP adalah Eko, sementara ketua pokjanya adalah Mira.

” Yang dipermasalahkan saat ini adalah Putra Sejati Bahagia. Kenapa perusahaan kecil dan bisa jadi pemenang tender pada tahun 2016. Kontrak itu juga mau dijadikan pengajuan syarat lelang di tahun 2018 ini, bukankah itu sudah cacat hukum,” ujar Suwoto saat di temui Duta di rumahnya.

Suwoto mengatakan sebenarnya masalah ini sudah dilaporkan ke pihak polres Lamongan dan Polda jatim, tapi hingga saat ini belum ada penanganan dan belum di tindak lanjuti. Pihaknya berharap ke aparat penegak hukum khususnya kepolisian agar masalah tersebut bisa di ungkap hingga ke akar-akarnya.

“Kalau perlu saya bongkar masalah ini dan secepatnya siapa saja yang bermain di dalamnya,” ungkap Suwoto geram.

Sementara itu, kepala dinas PU Bina Marga kabupaten Lamongan Eko Agus Triandono saat di konfirmasi mengenai masalah ini melalui telepon selulernya terdengar panggilan sedang dialihkan. Sehingga belum bisa mendapatkan konfirmasi adanya jual beli proyek.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *