Dua Anak Tenggelam di Bendung Gerak Babat

AP.COM – LAMONGAN – Kejadian ini bermula saat tiga anak warga desa centini kecamatan Laren kabupaten Lamongan hendak memancing pada pukul 06.00 (04/06) huda (9) bersama Muhammad Najid (10) dan Abdul Kohar (9) berangkat berjalan kaki menuju bendung gerak desa simorejo yang tak jauh dari rumahnya.

Suasana Pagi itu tidak seperti biasanya yang ramai oleh pengunjung bendungan, hanya mereka bertiga yang berada disana Saat berjalan menuju bendung gerak melintasi tanggul Bengawan Solo, Huda dan kedua korban berjalan beriringan. Tak lama kemudian, Najid melempar senar pancing mengarah ke tengah Sungai Bengawan Solo.

Ternyata saat melemparkan senar pancing itu, kaki korban terpeleset dan jatuh ke sungai dan jatuh ke sungai, Kohar yang bersebelahan dengan posisi Najid bergerak reflek berteriak sambil berusaha menyelamatkan Najid, akan tetapi Kohar juga terpeleset sebelum berhasil meraih salah satu anggota badan Najid.

Mereka berdua pun tenggelam ke dalam sungai, Karena kedua temannya tenggelam di sungai kemudian huda lari pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa itu pada warga di sekitar rumahnya.Kejadian ini kemudian dilaporkan ke desa.

Warga bersama kepolisian langsung melakukan pencarian di area korban tenggelam dengan menggunakan perahu tradisional dan perahu karet yang didatangkan oleh tim SAR kabupaten tuban,koordinasi antar instansi BPBD Lamongan dan Tuban Secara intensif dilakukan, Hingga berita ini dikirim kedua korban belum ditemukan. (Rend-Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *