Di GOR Begadung, Kang Marhaen Temui Juru Parkir dan Pedagang Kaki Lima, Pemimpin yang Merakyat..

NGANJUK – AP.COM – Calon Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi terus bergerilya mencari dukungan menjelang Pilkada serentak 2018. Kali ini, dia bertemu dengan sejumlah juru parkir dan pedagang kaki lima.

Pertemuan Kang Marhaen berlangsung di GOR Begadung, Senin (5/6/2018) sekitar pukul 19.45 WIB. Cawabup nomor urut satu itu mengenakan kemeja putih ciri khasnya dan disambut dengan antusias oleh sejumlah PKL dengan mengacungkan satu jari sebagai bentuk dukungannya.

Pada kesempatan itu, Pria kalem dan juga seorang aktivis itu memaparkan sejumlah visi misi dan program-program andalan yang akan di usung demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Selain memaparkan sejumlah gerakan-gerakanya, Kang Marhaen juga mendengar keinginan masyarakat, baik PKL maupun juru parkir terhadap pemimpin Nganjuk selanjutnya.

Setelah bertemu dan mendengar keinginan mereka, kader PDIP itu mengaku sudah memiliki konsep untuk mensejahterakan para PKL dan juru parkir.

“Akan kita tata dengan baik, akan kita berdayakan untuk bisa lebih sejahtera lagi,” ujar Kang Marhaen saat di temui media ini di lokasi.

Penegasan Kang Marhaen saat bertemu para PKL dan Juru Parkir ini disambut aplous puluhan massa yang datang.

“Niat saya ingin maju, karena ingin sejahterakan rakyat. Banyak masih terjadi korupsi, maka saya bertekad maju. APBD di Kabupaten Nganjuk jangan terus di korup, rakyat tidak dilayani dengan baik,” paparnya.

Kang marhaen juga menyoroti masih ada banyak masyarakat pra sejahtera dan masyarakat yang menganggur.

“Kedepan, hal ini tidak boleh lagi terjadi. Yang areanya pertanian, tenaga produktif, akan dilatih buat siap sediakan alat pertanian. UMKM harus hidup,” jelasnya.

Untuk bidang kesehatan, Marhaen bertekad, pelayanan publik akan terus ditingkatkan. “Pelayanan publik harus prima. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang mengeluh, karena tidak dilayani saat sakit di rumah sakit,” ujarnya.

Di sektor Pendidikan, Kang Marhaen mengatakan, dengan APBD Nganjuk yang cukup besar, ia akan menggrastikan biaya sekolah. “Tidak boleh lagi ada kutipan atas nama apapun,”ujar Kang Marhaen sambil menambahkan, siapapun yang melakukan politik uang baik yang memberi maupun yang menerima akan di proses. (KMR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *