Jurnalis Radar Papua Dihajar Massa Saat Bertugas

MANOKWARI – AP.COM – Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi makin tergerus. Hal itu dibuktikan dengan kembali terjadinya kriminalisasi terhadap kerja jurnalis.

Wartawan Radar Papua (Jawa Pos Group) Nofryanto Terok dihakimi oknum sekelompok massa. Kejadian itu berlangsung saat dia meliput insiden terbakarnya sepeda motor di areal SPBU Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (5/6) sekira pukul 14.16 WIT.

Nofryanto menceritakan, peristiwa penganiayaan itu berawal saat dirinya sedang mengambil gambar sepeda motor yang terbakar usai keluar dari SPBU. Ketika itu sepeda motor itu sedang diseret menjauh dari area SPBU.

“Saat itu saya dari arah lampu merah Bank Mandiri. Saya lihat di arah SPBU Sanggeng ada kepulan asap yang cukup tebal naik ke atas. Dan orang-orang maupun kendaraan mulai terlihat berbalik arah. Sebagai seorang jurnalis, saya tergerak untuk melihat apa yang terjadi di TKP. Setelah dekat, motor yang saya gunakan, saya titipkan di dekat Toko Royal Bangunan,” ujar pria yang biasa disapa Nofry itu.

Saat tiba di SPBU Sanggeng, lanjutnya, dia menjumpai sejumlah warga sedang menyeret sebuah sepeda motor keluar dari areal SPBU hingga berada di jalan raya.

“Saat berada di jalan, saya ambil gambar. Namun tiba-tiba dari belakang ada yang pukul. Saya mundur, namun orang-orang mulai kejar dan memukul saya hingga tak terhitung berapa orang yang memukul saya,” paparnya.

Dengan kondisi terdesak, beruntung Nofry berhasil meloloskan diri. Dengan mencegat sepeda motor yang lewat, menuju Pos Polisi yang tak jauh dari TKP. “Tiba di Pos Polisi saya disarankan untuk ke Polsek Kota. Di sana saya buat laporan Polisi,” katanya.

Akibat pemukulan yang dilakukan oleh oknum sekelompok massa tersebut, bagian wajah korban bengkak dan sempat mengeluarkan darah. Korban juga mengaku mulutnya sempat mengeluarkan darah.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi ketika dikonfirmasi Radar Papua (Jawa Pos Group) mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap laporan polisi yang sudah dibuat korban.

“Pengeroyokan wartawan itu masih saya cek dulu, karena pelaporannya di Polsek. Jadi saya cek dulu penyidiknya,” singkat Kapolres.

Di samping itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Indro Rizkiadi membenarkan, telah terjadi pemukulanpada saat terjadinya kebakaran sepeda motor di SPBU Sanggeng Manokwari. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Sementara dalam proses penyelidikan. setelah dilaporkan oleh pihak SPKT, nanti akan didiskusikan dengan bapak Kapolres,” ujarnya saat dimintai keterangan via telepon seluler.(*/Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *