Mayat Telanjang Dengan Kemaluan Berdarah Ditemukan Di Kebun Jagung

Caption: Jasad Lailatil Nadiroh ditemukan telanjang bagian bawah di sebuah kabun jagung, Jalan Sedap Malam, Gang Tunjung Biru IV, Banjar Kebon Kori Klod, Dentim, Rabu (6/6). 

AP.COM – DENPASAR – Sosok mayat dengan telanjang bagian bawahnya ditemukan di sebuah kebun jagung Subak Buaji Munduk Lengkuas, Jalan Sedap Malam Gang Tunjung Biru IV Banjar Kebon Kori Klod, Denpasar Timur, Denpasar, sekitar pukul 17.30, Rabu (6/6). Saat ditemukan, ada luka berat pada bagian mulut. Kemudian kemaluannya mengeluarkan darah segar.

Mayat korban yang ditemukan tersebut diketahui bernama Lailatil Nadiroh perempuan, 44. Wanita beragama Islam ini beralamat di Jalan Sedap Malam Gang Tunjung Biru II No. 4 Dentim. Asalnya Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Korban adalah istri kedua Jainuri. Korban dan Jainuri baru menikah sirih, Mei lalu.

“Hasil Olah TKP dari Tim Identifikasi Polresta Denpasar bahwa korban mengalami luka berat pada bagian mulut, luka goresan pada bagian atas pelipis sebelah kiri, hidung mengeluarkan darah, kemaluan mengeluarkan darah segar,”

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun ini menyebutkan bahwa, jasad korban ditemukan oleh seorang petani bernama, Gede Arsana, 35 yang tinggal di Jalan Sedap Malam Gang Sumantri No. Banjar Kebon Kuri. Saat itu, sekitar pukul 17.30 wita, ketika saksi sedang menyabit rumput di dekat TKP, melihat pantat korban yang telanjang. Kemudian saksi memanggil korban namun tidak menyahut. Karena takut kemudian saksi pergi memberitahukan temuan dimaksud kepada warga sekitar.

Saat pertama kali ditemukan, korban dalam keadaan tengkurap. Mengenakan baju kaus warna merah tapi tidak mengenakan celana atau rok (telanjang setengah badan). Posisi kepala berada di selatan, dan kaki berada di arah utara. “Di sebelah korban terdapat kerudung berwarna kuning, rok warna merah motif hitam, celana dalam berwarna merah muda-putih,” terang korban.

Sebelum ditemukan tewas, suami siri korban, Jainuri, 44, mengaku sempat dihubungi melalui telepon tapi tak sempat ada pembicaraan sekitar pukul 19.53. Saat itu, korban hanya miss call. Tapi begitu ditelepon balik, korban tidak menjawabnya.

Karena telepon tidak diangkat, selanjutnya pada hari yang sama sekitar pukul 20.00, Jainuri pulang ke kost untuk mencari korban. Namun korban tidak ada di kos.

Kemudian, Jainuri beserta dengan teman- temannya berusaha mencari korban hingga keesokan harinya, namun tidak juga ketemu. Jainuri Saksi baru mengetahui bahwa korban telah meningal dunia di TKP setelah diberitahukan oleh warga sekitar.

“Sebelumnya antara saksi dengan korban tidak pernah terjadi pertengkaran, dan korban tidak mempunyai riwayat sakit,” kata sumber Koran ini.

Sementara itu, Ketut Wira, 32, mengatakan bahwa lahan kebun jagung itu adalah milik orang tuanya bernama Wayan Swastika. Tapi, lahan itu digarap oleh Made Karta, 40 yang beralamat di Jalan Hang Tuah Gang Mawar, Dentim. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *