“Pengerajin Perlu Perhatian Khusus Pemerintah Untuk Berkembang Maju”

BOJONEGORO – AP.COM – (7/6) kerajinan akar kayu jati diharapkan dapat berkembang maju kedepannya dengan memenuhi permintaan dari pasar nasional maupun international, ucapan harapan besar kelompok pengerajin ini disampaikan oleh ketua paguyupan saat ditemui wartawan AP.COM yang tidak kami sebutkan namanya.

Kelompok pengerajin ini dikoordinasi oleh paguyupan pengerajin bernama “Jati Aji” yang berada di Ds. Geneg, Kecamatan Margomulyo. Anggota pengerajin saat ini yang sudah bergabung dengan paguyuban bernama “Jati Aji” sekitar ada 100 kelompok terbagi diwilayah dua (2) kecamatan yakni Kecamatan Margomulyo sendiri dan beberapa berada di wilayah Kecamatan Ngraho Kab. Bojonegoro.

Kondisi saat ini para pengerajin hanya bisa memenuhi permintaan berupa pesanan bahan setengah jati, pesanan pada umumnya berbentuk barang berupa guci, piring, vas bunga dll selanjutnya proses pinising diselesaikan dari pihak pemesan sendiri.

Melihat prospek kedepan kerajinan ini sangatlah bagus jika dikelola lebih baik Didukung dengan sarana prasarana yang memadai.


Pandangan ini dilihat dari adanya pesanan yang datang dari berbagai daerah luar kabupaten sampai luar pulau,misal pemesan dari pulau Bali.

Untuk kebutuhan bahan akar sangat melimpah tidak diragukan lagi dipastikan dapat memenuhi kebutuhan berkelanjutan jangka panjang dikarenakan letak daerah ini sangat strategis berada diwilayah sekitar hutan jati, bahan dapat diambil dari kabupaten bojonegoro dan kabupaten blora.

Kendala yang dikeluhkan pengerajin saat ini belum mampu penuhi pasar secara umum dikarenakan keterbatasan modal dan alat alat produksinya.

Melihat situasi ini tentu perhatian khusus sangat diharapkan dari berbagai pihak mendukung pengerajin ini maju berkembang kedepannya. Misal diperlukan adanya investor (bapak asuh) atau pembinaan-pembinaan kerajinan secara nasional maupun kebutuhan international dan besar harapan adanya bantuan-bantuan dari pihak pemerintah kabupaten Bojonegoro sendiri terkait modal dan alat produksi.

Senada dengan adanya kegiatan pengelolaan limbah akar jati yang dibuat kerajinan ini juga dikomentari positip oleh ketua umum dan dewan pendiri Lembaga Pemantau Lingkungan Hidup indonesia (LPLHI) Bojonegoro saat ditemui Wartawan AP.COM.

Menurutnya” Kegiatan kerajinan ini sangat baik dari sektor ekonomi dapat membantu meningkatkan inkam penduduk atau kelompok pengerajin itu sendiri, tentunya menekan angka pengangguran dengan adanya lapangan kerja baru disektor kerajinan ini, terkait sorotan lingkungan hidup ketua LPLHI menegaskan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut, saat ini pihaknya sudah bersosialisasi disambut dengan baik dari kelompok pengerajin. Kelompok kerajinan ini kedepan diminta untuk mengganti limbah akar kayu tersebut dengan menyediakan atau mengganti dengan bibit kayu guna program gerakan penghijauan hutan kembali atau gerakan global warning” tutur Ketua LPLHI saat ditemui wartawan AP.COM.

Dengan demikian jika terealisasi program ini sangat baik melihat kondisi pertambangan minyak dan gas bumi yang ada didaerah bojonegoro,program ini selain meningkatkan inkam pendapatan pengerajin itu sendiri sisi baiknya membantu program penghijauan kembali. (Srdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *