Pacitan Ukir Sejarah Adakan Pertandingan Tinju Juara Nasional

PACITAN – AP.COM – Untuk mencari bakat dan bibit-bibit petinju daerah serta untuk menunjukkan bahwa Pacitan yang saat ini terkenal sebagai kota Pariwisatam, namun juga sebagai tempat atlit dari berbagai cabang olah raga yang banyak menorehkan nama daerah dan bangsa Indonesia, baik mulai dari Bola Voley, Catur dan bahkan sampai tinju. Tentu saja hal ini memerlukan dukungan dari pemerintah terutama Pemerintah daerah.

Tentu saja hal ini memerlukan perjuangan yang sangat berat, terlebih lagi terutama dari dana yang diperlukan untuk mencari bibit baru serta untuk menciptakan juara-juara baru.

Salah satunya, untuk membuktikan bahwa di daerah Pacitan memiliki bibit baru terutama petinju daerah Pacitan, pihak Wonoroya Promotion menggelar pertandingan tinju memperebutkan sabuk juara nasional amatir yang akan diselenggarakan pada Minggu (17/6/18) di Gedung Gasibu Swadaya Pacita dengan jadwal pertandingan antara Wono Roya dari Sasana Pancer Door Pacitan yang sekaligus sebagai promotor tinju dan saat ini menduduki peringkat I KTPI Pusat Vs M.Rochim dari Sasana Minak Jinggo Banyuwangi.

Selain itu, juga akan di selingi dengan pertandingan partai tambahan diantaranya Dobrax Arter dari Malang Vs Erick Arsibal, Iwan Key dari Malang Vs Mahfud dari Minak Jinggo, dan Partai AMatir Ilham Prayoga dari Pancer Pacitan Vs Gab dari Malang serta Ibran dari Pacitan Vs Rendi dari Malang.

“Untuk persiapan saat ini saya sudah selesaikan 90% jadi 10 % masih ada satu minggu tinggal hanya Pertandiangan ringan sehingga nanti di timbang badan tidak ada kendala.Untuk pertandingan besok saya harus fokus karena sudah saya persiapkan untuk mencetak sejarah jika saya menang sebagai juara tertua di tingkat Nasional,” kata Wono roya di tempat latihan.

Namun anehnya, untuk peminat tinju yang ada di Pacitan ini kurang, terutama dalam hal dukungan dari pihak ASN. Padahal acara tersebut juga bertujuan untuk mengangkat nama Kabupaten Pacitan di mana mereka bekerja.

“Untuk persiapan saya dengar dari kepanitiaan, untuk di Pacitan ini sangat sulit karena bisa dibilang kurang antusias dalam mendukung tinju. Padahal besok itu adalah pertandingan kejuaraan Nasional dan juga yang main adalah putra daerah. Kenyataannya dari daerah sendiri dukungan kurang. Besok itu merupakan sejarah tinju Indonesia memperebutkan gelar kejuaraan nasional dan sekaligus sejarah tinju Nasional di Pacitan,” lanjutnya.

Dissisi lain, salah satu bagian penyelenggara, Joko membenarkan apa yang dikatakan oleh pihak penanggungjawab penyelenggara acara Tinju, bahwa dukungan dari pemerintah kurang terlebih lagi dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang sepertinya tidak merespon acara tersebut.

“Ya Alhamdulillah saat ini kita sudah 70 % persiapan walaupun jalannya terseok-seok. Memang perjuangan ini sangat berat bagi seorang Wonoroya untuk mewujudkan dan mengangkat nama Pacitan sehingga saya ikut peduli membantu mencurahkan fikiran saya agar acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Saya tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Dandim 0801 Pacitan, Bapak Letkol Kavaleri Aristoteles yang mendukung wonoroya untuk mewujudkan dalam mengangkat nama Pacitan tercinta ini. Saya berharap kedepannya Pemerintah dan juga seluruh pilar yang ada di Kabupaten Pacitan ini mendukung kegiatan-kegiatan positif yang apalagi memang perlu untuk didukung sehingga akan membawa Pacitan ke depannya lebih maju.

“Untuk persiapan saat ini saya sudah selesaikan 90% jadi 10 % masih ada satu minggu tinggal hanya Pertandiangan ringan sehingga nanti di timbang badan tidak ada kendala.Untuk pertandingan besok saya harus fokus karena sudah saya persiapkan untuk mencetak sejarah jika saya menang sebagai juara tertua di tingkat Nasional,” kata Wono roya di tempat latihan, Sabtu (9/6).(*/jok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *