Sidak Dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2018 Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H gabungan 3 unsur kepolisian,BNN,kementrian perhubungan di Terminal Tamanan

KEDIRI – AP.COM – Dalam menciptakan situasi aman dan bersih terutama dari bahaya dan dampak narkoba,tidak luput dari pandangan mata BNN bekerja sama dengan Polresta Kediri dan Kementrian perhubungan wil Kediri bertempat dihalaman terminal tamanan Kota Kediri melaksanakan sidak kepada sopir angkutan apalagi kali ini sedang mendekati hari raya Idul Fitri 1439H.(10/6)

Sekitar 100 sample digunakan test dari mulai supir sampai kernet yang dipersiapkan oleh BNN sendiri,ada sekitar 6 parameter yang digunakan dalam uji test urine tersebut termasuk salah satunya dampak obat keras tertentu yang sifatnya dalam penggunaan rehabilitasi atau pengobatan kedokteran akan terlihat.

Di ungkapkan Dr Slamet.R dari BNN kota kediri kegiatanan tersebut guna mewaspadai dalam penyalahgunaan obat dengan cara test urine,akan tetapi hal tersebut sifatnya tidak langsung menjustice bila ada temuan dari urine supire karena tidak menutup kemungkinan obat-obat tertentu yang sifatnya rehabilitasi atau pengobatan dengan obat dosis keras juga bisa ikut kebaca pada alat scanner yang digunakan sidak saat ini.

Menambahkan Kasi Cegah dan Dayamas BNN Kota Kediri Kompol Dyah Nawang Indrawati SH selain pengamanan mudik yang terfokus utamanya pelayanan jasa angkutan bis baik AKDP dan AKAP juga dimana pengemudi bisa memberikan kenyamanan kepada penumpang bila kondisi fisik memang dalam keadaan sehat dan tidak dalam menggunakan narkoba.

Di sisi lain dari kementrian perhubungan sendiri juga selain mengecek layak atau tidaknya bus yang digunakan dalam bertranportasi juga mengecek kelengkapan-kelengkapan dalam berkendara dan apabila memang disitu masih ditemukan sopir yang nakal atau lalai dalam administrasinya makan akan diberikan juga sanksi seperti memberikan tilang atau bahkan mehanan bus guna penyelesaian lebih lanjut.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi tujuan sidak gabungan ini guna melakukan pemeriksaan pengemudi angkutan umum dan memastikan dalam kondisi yang sehat serta siap untuk mengemudi dalam menghadapi lebaran tahun ini.

sekitar 20 pengemudi yang sudah dilakukan test urine ada salah satu pengemudi jurusan kediri-nganjuk yang diduga hasil test positif akan tetapi dari hasil pemeriksaan Dokter BNN itu termasuk jenis obat pengobatan dan masih dikatakan aman.

Dengan situasi kota kediri yang cukup padat guna pengamanan hari raya idul fitri 1439H Kapolresta menambahkan akan dibentuk rekayasa terbatas fungsinya mengatasi terjadinya kemacetan di dalam kota dan mengurangi konflik arus.”ungkapnya.

Menambahkan dengan terbatasnya anggota Polresta kediri nantinya dalam menghadapi melonjaknya arus kemacetan dalam kota akan membentuk tim murai dengan di isi sekitar 6 personil kepolisian dalam satu tim nya,yang fungsinya membantu dalam mengurai kemacetan,dimana secara tupoksi bekerja mobile dan tim tersebut akan di fokuskan pada tempat-tempat tertentu yang disinyalir akan timbul kemacetan seperti simpang empat mrican,simpang tiga ngampel dan perempataan alun-alun kediri.(Pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *