Diwarnai Isak Tangis Keluarga Kapal Dipastikan Tidak Berizin

Caption : 14/06/2018, 02:23 WIB – Proses pemulangan 13 jenazah korban tenggelamnya kapal di perairan Makassar, Rabu (13/6). 

MAKASSAR – AP.COM – 13 jenazah, korban dari tenggelamnya kapal penumpang Arsita di perairan Makassar, Rabu (13/6) siang, akhirnya diserahkan langsung ke pihak keluarga korban masing-masing.

Prosesi pemulangan jenazah di Rumah Sakit (RS) Jala Ammari TNI AL, dilakukan sekitar pukul 20.00 WITA tersebut berlangsung haru. Pihak keluarga korban bahkan sempat histeris dan tak kuasa menahan air mata saat jenazah dinaikkan ke atas 13 mobil ambulan berbeda-beda.

Di antara sejumlah pihak keluarga yang terlibat prosesi pemulangan, beberapa diantaranya bahkan sempat mengamuk dan sedikit kebingungan karena jenazah keluarnya diangkut tanpa ada pihak keluarga yang mendampingi.

Sejumlah keluarga korban kebingungan lantaran jenazah diantar tanpa didampingi pihak keluarga.

Barulah beberapa menit berlalu, anggota kepolisian berusaha menenangkan anggota keluarga tersebut dan menjelaskan bahwa, jenazah telah didampingi oleh petugas hingga ke lokasi rumah duka.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdan ‘Danny’ Pomanto yang menyerahkan langsung prosesi pemulangan jenazah mengungkapkan, segala persoalan administrasi, khususnya teknis pemulangan jenazah hingga ke kampung halaman di Barrang Lompo sama sekali tak dibebankan pihak keluarga korban.

“Untuk teknisnya dan segala persoalannya, sama sekali tidak ada dibebankan terhadap pihak keluarga. Kita sepenuhnya dari pemkot Makassar akan menanggung segala sesuatunya terhadap pihak keluarga korban. Kita juga doakan agar keluarga korban, diberikan ketabahan dan tetap bersabar untuk menghadapi musibah ini,” kata Danny di sela-sela prosesi penyerahan.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, prores penyelidikan terkait tenggelamnya kapal yang memuat puluhan penumpang ini terus berlanjut. Pihaknya bahkan tak berhenti hingga seluruh korban baik yang telah terdata maupun belum diketahui ditemukan.

“Kita tidak berhenti sampai disini. Apalagi kita sudah tahu kalau kapal ini memang tidak berizin. Dan oleh pihak kita, khusus Polres Pelabuhan, sudah kita tahan kapten kapalnya. Dia masih sok dan masih kita kasih kesempatan untuk tenanangkan diri, selanjutanya proses hukumnya pasti tetap jalan,” pungkasnya.

Berikut 13 korban total penumpang yang dinyatakan meninggal dunia dan dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing.

1. Rita, 31, perempuan, Cambayya, Lorong 7, Makassar
2. Asriani, 6, perempuan, Pulau Barrang Lompo
3. Marani, 48, perempuan, Pulau Barrang Lompo
4. Marwah, 42, perempuan, Pulau Barrang Lompo
5. Rahman, 6, laki-laki, Pulau Barrang Lompo
6. Dalima, 46, perempuan, Pulau Barrang Lompo
7. Nio, 50, perempuan, Pulau Barrang Lompo
8. Arsan, 1, laki-laki, Pulau Barrang Lompo
9. Siti Aminah, perempuan, Pulau Barrang Lompo
10. Rahmawati, perempuan, Pulau Barrang Lompo
11. Harini, perempuan, Pulau Barrang Lompo
12. Rusdiana, perempuan, Pulau Barrang Lompo
13. Suryani, perempuan, Pulau Barrang Lompo
(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *