Harga Ikan di Abdya Masih Mahal

ACEH – ANALISAPUBLIK.COM – Pasca libur lebaran, ditambah lagi dengan cuaca ekstrim yang melanda kawasan barat selatan Aceh beberapa hari terakhir, membuat deretan masa libur Idul Fitri sebagian besar nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh, bertambah.

Namun, hal ini ternyata berdampak pada pasokan ikan di pasar tradisional kabupaten itu minim hingga menyebabkan harga ikan naik 50 persen dari harga hari-hari sebelum perayaan Idul Fitri berlangsung.

Meski demikian, nyatanya hal ini tidak membuat minat pembeli menurun. Ini, sesuai dengan kondisi pasar ikan yang terus merangkak jumlah calon pembeli yang datang hingga nyaris stabil seperti sediakala.

Hermawan, pedagang ikan di pasar Blangpidie membenarkan bahwa pasca libur lebaran harga ikan melambung tinggi hingga 50 persen dari harga biasanya. Dicontohkan, harga ikan tongkol se-ukuran lenggan pria dewasa yang sebelumnya harga beli ditingkat nelayan dikisaran Rp 9 ribu/18 ribu, kini naik dikisaran Rp 18 / 20 ribu.

“Dan kita harus menjual lebih dari harga itu. Minimal kita jual Rp 20 atau 25 ribu per-ekar sesuai modal,” kata Hermawan, Minggu 24 Juni 2018.

Hermawan mengatakan, jika sebelumnya di PPI ujong serangga ikan untuk di jual mudah didapat dari para nelayan. Kini, pemandangan itu sejak beberapa hari terakhir belum terlihat lantaran banyak nelayan belum melaut, sehingga para penjual ikan dipasar tradisional banyak yang kembali pulang tanpa membawa dagangan (tidak jualan).

“Faktornya karena pasokan ikan kurang. Kalaupun ada harganya mahal, sulit kita jual kembali,” ujarnya.

Menurutnya, merangkaknya harga ikan segar hingga mendekati 15 lebaran juga disebabkan oleh cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Abdya sejak beberapa hari terakhir hingga membuat para nelayan enggan melaut.

“Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kadang badai dan kadang hujan deras jadi warga juga tidak melaut,” tutupnya.

Sementara Nur Ni, seorang ibu rumah tangga warga Blangpidie menyebut bahwa harga mahal tidak menjadi masalah besar baginya, yang penting ikan segar ada sehingga warga bisa tetap menikmati ikan segar.

“Kalau mahal kita beli sedikit. Yang penting bisa makan ikan,” imbuhnya.

Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan tiap beberapa hari usai lebaran, baik idul fitri maupun idul adha harga ikan melonjak lantaran para nelayan belum seluruhnya melaut.

“Hampir-hampir sebulan setelah lebaranlah baru stabil,” paparnya. (SYAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *