Diduga Berikan Pesangon Tak Sesuai Aturan, PT. WOM Finance Genteng Diadukan Ke Dinas Terkait

BANYUWANGI – ANALISAPUBLIK.COM – PT. Wahana Ottomitra Multiarta (WOM) Finance Banyuwangi tepatnya cabang Genteng diduga telah melanggar undang-undang (UU) ketenagakerjaan. Hal tersebut lantaran salah seorang karyawan yang di PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) secara sepihak oleh PT. WOM Finane hanya akan diberi pesangon yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada di negeri ini.

” Hari ini saya melakukan sidang tripartit (sidang mediasi antara pihak pekerja dengan pihak perusahaan) yang pertama, di kantor Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi yang beralamat di Jl. KH. Agus Salim no.9 Banyuwangi, lantaran sebelumnya saya melakukan pengaduan karena hak saya sebagai karyawan yang di PHK hanya akan diberi pesangon empat kali gaji “, ungkap Jimy Wahyudi selaku karyawan yang di PHK, senin (25/6/2018).

Kemudian, Junaidi selaku medioator dari Dinas mengatakan dalam proses sidang tripartit, pihak dinas akan mengacu kepada aturan yang ada yaitu UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

” Dalam pasal 156 disebutkan bila karyawan yang di PHK sudah bekerja lebih dari 9 tahun dan kurang dari 12 tahun, maka berhak mendapatkan uang pesangon senilai 9 kali gaji dan uang penghargaan masa kerja senilai 4 kali gaji “, jelasnya.

Untuk sidang mediasi kali ini, lanjut Junaidi, masih belum mendapatkan titik temu antara kedua belah pihak.

” Saat ini masih belum ada hasil keputusan kesepakatan dari kedua belah pihak, kita juga masih menunggu berkas PP (peraturan perusahaan) yang saya minta pihak perusahaan untuk membawanya di sidang mediasi ke dua yang akan digelar pada tanggal 4 juli 2018 “, imbuhnya.

Selain itu, pihak dari PT. WOM Finance yang diwakili oleh Awang Selaku HRD Jawa timur mengatakan bila pihaknya saat akan mengikuti proses yang ada.

” Kami saat ini berusaha kooperatif dengan mengikuti proses sesuai aturan yang ada, kemudian anjuran apa yg diperoleh dari mediator (pihak dinas) akan kami laporkan ke pusat untuk menentukan keputusan apa yang akan diambil oleh pihak perusahaan “, terangnya.

Diketahui, awalnya Jimy (panggilan akrab) yang menjabat sebagai Brand Head (Kepala Cabang) Di WOM Finance cabang Genteng, Banyuwangi, di secorsing selama 20 hari terhitung sejak tanggal 11 Mei 2018 sampai tanggal 30 Mei 2018. Kemudian pada tanggal 31 mei 2018, Jimy mendapat surat PHK dari perusahaan yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2018. Karena Jimy diberitahu oleh pihak perusahaan melalui salah satu karyawannya bila dirinya akan diberikan pesangon empat kali gaji, maka jimy mengadukan permasalahan yang dialaminya ke pihak Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *