Pilkada Jatim, Polrestabes Surabaya Siapkan 1.213 Personil Disebar di 3.431 TPS

SURABAYA – ANALISAPUBLIK.COM – Polretabes Surabaya menyiapkan sebanyak  1.213 personel guna mengamankan tahapan Pilgub Jatim 2018. Mereka disebar mengamankan di 3.431 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Pahlawan.

Personel sebanyak itu sudah disiagakan mulai Senin (25/6/2018) hingga penghitungan suara Pilgub 2018. Selama bertugas mengamankan Pilgub Jatim 2018, petugas tidak diperbolehkan membawa senjata api.

“Selama mengamankan Pilgub Jatim, petugas tak bawa senjata api. Anggota hanya dilengkapi tongkat, borgol, peluit, ban lengan dan buku saku serta harus berseragam polisi,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan usai memimpin Gelar Pasukan Pengamanan Pilgub Jatim 2018 di halaman Polrestabes Surabaya.

Rudi menegaskan, selama bertugas mengamankan Pilgub Jatim 2018 juga harus berada di lokasi TPS yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka tidak diperkenankan pulang atau meninggalkan tempat. “Saya ini, juga harus tinggal di Polrestabes terus,” lanjut Kombes Rudi.

Orang nomor satu di Mapolrestabes ini menegaskan, polisi memiliki tanggung jawab mengwal dan jaga rangkaian Pilgub Jatim. Diharapkan masyarakat di Surabaya bisa menggelar pesta demokrasi secara suka cita dan gembira. “Saat ini situasi Surabaya aman dan kondusif, meski ada tindak kejahatan curat dan curas,” terang Rudi.

Guna memastikan kesuaoan anghotanya mengamankan TPS Pilgub Jatim di Surabaya, Rudi sempat melakukan pengecekan kelengkapan anggotanya. Seperti tinfat, borgol dan prluit. “Tolong, tongkat, borgol dan peluit dibawa. Kalau belum punya, segera lengkapi,” pinta Rudi

Mantan Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan ini mengingatkan, Polri harus menjaga netralitas dalam Pilgub Jatim 2018. Kemurian anggota harus mengemali lingkungan dan situasi TPS yang dijaganya. Harus tahu dan kenal Ketua RT, RW, panitiaTPS dan KPPS.

“Lakukan tugas secara humanis dan profesional. Segera laporkan ke Kapolsek jika ada apa-apa,” pinta Rudi.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang Sukmo Wibowo menambahkan, petugas dalam bertugas tidak boleh masuk ke dalam TPS. Mereka jugabtak boleh ikut menghitung suara.

“Semua petugas harys di luar TPS. Kawal dan jaga supaya aman, termasuk pengawalan kotak hasil suara dari TPS ke kelurahan dan ke kecamatan,” tegas Bambang. (*/red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *