Polisi Amankan Tiga Pelaku Kasus Pengrusakan Atribut Perguruan Silat di Pace

NGANJUK – ANALISAPUBLIK.COM – Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menetapkan tiga tersangka terhadap kasus pengrusakan atribut salah perguruan silat di Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta menjelaskan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi.

“Dari 12 (dua belas) orang yang diduga pelaku, setelah dimintai keterangan dan dilakukan pemeriksaan di dapati 3 (tiga) orang pelaku. Mencopot bendera yakni berinisial EDS (19) warga Kecamatan Sawahan, kemudian yang merobek bendera ucapan idul Fitri yaitu JRW (19) Warga Kecamatan Loceret, lalu IGF (16) ditangani oleh unit PPA. IGR yang membakar bendera ini Warga Kecamatan Sukomoro,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres berharap semoga kejadian ini merupakan yang terakhir. “Kita menyadari bahwa perbuatan tersebut sangat mengganggu kondusifitas Kabupaten Nganjuk. Mari kita tetap menjaga wilayah ini agar tetap aman dan damai,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang di dapat media ini, kejadian tersebut bermula dari adanya sedikit gesekan antara dua perguruan silat yang terjadi pada Minggu 24 Juni 2018 sekira pukul 13.00 WIB lalu, di jalan raya Nganjuk – Kediri Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menginformasikan kepada pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat info tersebut langsung mengambil langkah-langkah strategis dengan mendatangi lokasi dan dilanjutkan Mediasi antara pengurus dua perguruan silat yang diadakan di Lobby Polres Nganjuk, Senin (25 Juni 2018).

Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres Nganjuk yang dihadiri juga Dandim 0810 Nganjuk, Letkol ARH.Sri Rusyono selaku IPSI Kabuoaten Nganjuk, Ketua DPRD, Puji Santoso dan juga Sekda Nganjuk, Agoes Soebagidjo.

Dalam Mediasi tersebut membuahkan hasil kesepakatan berupa nota Kesepakatan damai antara kedua kubu.

Sekalipun sudah ada kesepakatan damai antar kedua belah pihak, kasus itu tetap berlanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Berdasarkan laporan polisi Nomor LP/12/SEK.1.10/VI/2018/Jatim/Res Nganjuk/Sek Pace tertanggal 24 Juni 2018 tentang pengrusakan Pasal 170 ayat (1) KUHP, dengan dasar ini akhirnya Polres Nganjuk menetapkan 3 (tiga) tersangka tersebut. (KMR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *