Halal Bihalal PSHT, Budi Luhur Adalah Watak Pendekar Sejati

LAMONGAN – ANALISAPUBLIK.COM – Sejarah mencatat Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo, anggota Persaudaraan Setia Hati Terate adalah tanggung jawab besar khususnya menjaga nama baik Organisasi PSHT Secara umum, makna ungkapan Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti adalah segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut, dan sabar Siapa yang menanam kebaikan akan mendapat balasan kebaikan, Siapa yang menanam kejahatan akan mendapat balasan kejelekan Tetapi bukan karena kehebatan itu yang menjadikannya sebagai manusia luhur di hadapan sesama dan Allah SWT.

Demikian yang disampaikan KH Ali Murtadlo,SPd,MM. pengasuh Ponpes
MANBA’UL ULUM Sidomukti Kembangbahu Jatim, dalam tausiyah Halal Bihalal Organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)Rayon Bulu brangsi bersama masyarakat Bulu brangsi Kecamatan Laren, Kamis (28/06) malam.

Kyai yang akrab disapa Mas Ali (Kiluwung) itu menguraikan, Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri (ber-SH).

SH Terate Mengajarkan bahwa, tidak ada kekuatan apapun diatas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kekuatan yang dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Ajaran tersebut telah menjadi keyakinan bagi semua warga SH Terate sehingga menjadi kekuatan tersendiri bagi anggota secara pribadi maupun persaudaraan. ajaran sebagaimana tersebut diatas SH Terate juga mengajarkan calon Anggota Persaudaran dengan Seni Beladiri Pencak Silat. Menurut SH Terate setiap seni bela diri timur didasarkan pada filosofi dengan kode etik terkait. Hal ini juga berlaku untuk Pencak Silat. Praktek seni bela diri memiliki tujuan membantu siswa mengembangkan karakter jujur, terbuka dengan hidup sesuai dengan norma-norma dasar dan nilai-nilai seni. Siswa berusaha untuk menjaga keseimbangan (harmoni) dalam jasmani dan rohani, dalam kecerdasan dan juga emosi.

Sekadar diketahui, acara halal bihal tersebut dihadiri Ratusan warga, para Ketua Ranting dan Rayon PSHT, Fauzi Baehaki Kepala Desa Bulu brangsi, H.Susanto Ketua Ranting PSHT Laren, Hilmi Ketua Ranting Paciran di Bulu brangsi. Tampak pula beberapa pejabat baik tingkat Kecamatan, Desa setempat yang gayeng hingga acara usai.( Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *