Begini Home Industry Tampah yang Masih Eksis di Desa Trewung-Grati

PASURUAN – ANALISAPUBLIK.COM – Selain sektor pertanian, sektor usaha kecil menengah (UKM) di Desa Trewung, Kecamatan Grati, juga cukup menggeliat. Salah satunya, home industry tampah.

Lelaki itu tampak sibuk memotong sebuah bambu di tangannya. Dengan cekatan, potongan bambu itu dihaluskan dengan menggunakan pisau.

Selanjutnya, potongan yang sudah halus itu ia bentuk menjadi sebuah anyaman hingga menjadi tampah. Benda yang biasa ditemui di dapur.

“Saya membuat tampah ini berdua bersama istri saya. Bambunya saya beli. Alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Ahmari, pembuat tampah di Desa Trewung, Kecamatan Grati.

Ahmari menjelaskan, keahlian membuat tampah ini sudah menjadi warisan di keluarganya. Dengan satu buah bambu, ia dapat menghasilkan 10 buah tampah.

Setiap tampahnya, ia jual dengan harga yang bervariasi. Untuk yang besar dijual Rp 3.000 sementara tampah ukuran kecil Rp 2.000.

Dalam sehari, ia bersama istrinya bisa membuat 20 buah tampah.

Hasilnya, dijual ke warga Trewung serta sampai ke luar Grati seperti Pasar Winongan, Pasar Ngulir, dan Pasar Ngopak. Selain itu, ia juga menerima pesanan dari luar.

“Satu buah bambu yang saya gunakan itu biasanya saya beli seharga Rp 4.000. Untuk membuat ini, kuncinya itu harus sabar,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Trewung Akhmad menjelaskan, pihaknya mendukung tiap usaha kecil menengah (UKM) di desanya. Salah satunya dengan mengikutkan pelaku usaha dalam sejumlah pelatihan di tingkat kecamatan atau di dinas terkait.

“Dahulunya mereka ini warga Desa Kambinganrejo, Kecamatan Grati, namun pindah ke sini. Kami selalu mendukung UKM di desa Trewung. Salah satunya dengan pelatihan,” terang Akhmad.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *