Kapolri dan Panglima TNI Hadiri Haul Emas Ke-50 Wafatnya Ulama Kharismatik Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri Sulawesi Tengah

PALU – ANALISAPUBLIK.COM – Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto hadiri Haul Emas Ke-50 Tahun wafatnya Ulama Kharismatik yang juga merupakan pahlawan yaitu Guru Tua Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri bertempat di Lapangan Kompleks Alkhairaat Pusat Jl. Sis Aljufri No. 44, Palu Sulawesi Tengah, Sabtu (30/6/2018) pukul 09.45 WITA.

Lembaga Pendidikan Islam Al Khairat merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang berdiri dan dirintis oleh Habib Assayid Idrus Bin Salim Aljufri yang juga dikenal dengan Guru Tua sejak Tahun 1933. Hingga saat ini lembaga pendidikan Islam Al khairat terus berkembang dan menjadi besar serta ada di Seluruh Indonesia.

Dalam kunjunganya Kapolri dan Panglima TNI didampingi oleh Masing – Masing Pejabat Utama Mabes Polri dan Pejabat Utama Mabes TNI.

Kegiatan diawali dengan Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil , setelah itu dilanjutkan dengan Pembacaan Manaqib, Pidato Haul dan Kenangan bersama Guru Tua. Setelah rangkaian prosesi pembacaan doa dan pidato Haul kemudian masuk pada sesi sambutan.

Ketua Yayasan Alkhairaat, Prof. DR. Ir. H. Fadel Muhammad Al Hadad Dalam Sambutannya menyampaikan bahwa Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat ini merupakan lembaga pendidikan Islam Terbesar di Indonesia. Karena hampir di seluruh Indonesia Lembaga Pendidikan Islam ini ada. Lembaga ini berdiri hanya ada 2 tujuan yaitu Dakwah dan Pendidikan.

Setelah itu dilanjutkan sambutan dari Gubernur Sulawesi Tengah yang pada intinya menyampaikan bahwa Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat banyak memberikan andil dalam pembangunan di bidang pendidikan baik di wilayah Palu pada khususnya dan di Sulawesi Tengah pada umumnya.

Selanjutnya Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat banyak membantu Kepolisian terutama dalam menanggulangi konflik di Poso hingga terciptanya situasi poso yang aman dan kondusif. Selain itu Kapolri menyampaikan bahwa Pembangunan Negara ini tidak dapat berjalan dengan lancar jika situasi keamanan terganggu.

Oleh karena itu Dengan sinergisitas Polri, TNI dan Ulama khususnya seluruh keluarga besar Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat diharapka dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Sehingga pembangunan negara kita dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Kapolri menyampaikan dalam waktu dekat kita akan menyelenggarakan event Internasional yaitu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang serta IMF Forum di Bali. Meskipun acara tersebut bukan di Palu, Kapolri berharap masyarakat dapat turut serta mendukung kesuksesan jalannya Internasional tersebut yaitu dengan menjaga stabilitas Kamtibmas di Sulawesi Tengah.

Dilanjutkan Panglima TNI menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Presiden yang berhalangan hadir dikarenakan menyambut Tamu Negara PM Malaysia. Oleh karena itu bapak presiden mengutus Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir. Panglima TNI menekankan kembali, bahwa stabilitas keamanan merupakan yang paling penting, sama seperti kesehatan.

Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIII / Merdeka, Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Drs. Ermi Widyatno, M.M., Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., beserta Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah, Plt. Serta Seluruh Pejabat Pengurus Yayasan Al Khairaat.

Kegiatan selesai dilanjutkan dengan Makan Siang bersama, Doorstop dan Diakhiri dengan Ziarah Ke Makam Guru Tua Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri. Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *