Pembangunan PT. Bandung Pakar Menutup 13 Mata Air di KBU

BANDUNG – ANALISAPUBLIK.COM – Tim pengawas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat membuktikan keluhan warga terkait 13 titik mata air hilang dan sejumlah akses jalan ditutup pembangunan perumahan PT. Bandung Pakar, Bandung, Jawa Barat.

Tim pengawas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat meninjau kondisi lapangan di wilayah resort dago pakar. Kunjungan ini dilakukan terkait adanya keluhan warga terkait 13 titik sumber mata air warga yang ditutup oleh pembangunan Resort Dago Pakar, sehingga warga tidak dapatkan air bersih dan pihaknya akan lakukan pendalaman atas buangan limbah yang berakibat pada warga sekitar.

“Jadi memang masyarakat agak susah mendapatkan akses air bersih, nantinya kami akan lakukan verifikasi apakah izin yang diperoleh perusahaan itu mendapatkan izin dari instansi terkait ketika itu,”ungkap pengawas DLH Jabar, Ida Susanti saat meninjau kondisi di Dago Pakar, kemarin lalu.

Lanjut Ida mengatakan karena pembangunannya (Bandung Pakar, Red) sudah cukup lama, setahu saya sejak tahun 2011. Nanti akan kita lihat fakta administrasi yang ada, apakah hukumnya sudah sesuai atau tidak. Kalau tidak sesuai maka aturannya kami akan tindak lanjuti.

Ketika ditanya apakah ada sanksi pidana bagi yang melanggar lingkungan hidup, dia menyatakan, Ada karena perda 2008 itu tentang masalah KBU di cabut dan diganti dengan Perda 2016 ada hal-hal yang mengikat kuat bagi pelaku usaha dikawasan KBU ada sanksi bagi yang tidak mematuhi aturah hukum itu sudah terdapat dalam perda yang baru 2016.

“Ada sanksi administrasi, pemeriksaan pemerintah bisa jadi ada pencabutan izin yang ada (dimiliki) saat ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kawasan Bandung Utara (KBU) merupakan kawasan yang harus dilindungi peruntukannya untuk masyarakat, terutama yang berada di wilayah di bawahnya. Semua mengetahui akhir akhir ini di Kota Bandung selalu terjadi banjir dan longsor, seperti halnya banjir Pasteur dan Pagarsih.(/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *