Aplikasi Tik Tok Resmi Diblokir Oleh Kemkominfo

ANALISAPUBLIK.COM | LAMONGAN – Setelah menuai beragam kontroversi ahirnya Kemenkominfo memblokir Aplikasi Tik Tok.Menkominfo Rudiantara mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian PPA dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aplikasi Tik Tok, yang sedang populer di kalangan anak muda ini pada siang tadi (selasa 03/07/2018) telah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Desakan untuk memblokir aplikasi ini ramai dikumandangkan di media sosial. Disatu sisi aplikasi ini ditutup karena dianggap lebih banyak membawa mudarat
Bahkan menimbulkan banyak permasalahan permasalahan sosial, bahkan Selama sebulan terakhir, Kominfo telah mengawasi
Tik Tok dan menerima laporan dari masyarakat sebanyak 2.853 laporan
Tik Tok diluncurkan September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao.Tik Tok juga dikenal sebagai Douyin, yaitu platform video musik Cina Dilansir dari Wikipedia, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat video musik pendek.

Pengguna pertama memilih dari daftar musik latar belakang, kemudian aplikasi merekamnya ketika mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan selama enam puluh detik.

Daftar musik Tik Tok berisi berbagai macam gaya musik, termasuk hip-hop dan elektronik. Aplikasi ini mencapai 150 juta pengguna aktif setiap hari pada bulan Juni 2018.Saat ini Tik Tok adalah platform video singkat terkemuka di Asia dan telah memantapkan dirinya sebagai aplikasi yang tumbuh paling cepat di dunia dengan komunitas video musik terbesar secara global.

Karena popularitas dan pengaruh sosialnya yang luar biasa, aplikasi ini telah melahirkan banyak tren viral di seluruh dunia dan dikenal sangat populer di kalangan selebriti
awalnya aplikasi ini diciptakan untuk menjadi wadah berkreasi penggunanya, bahkan di Lamongan pun sempat booming namun makin ke sini malah disalah gunakan dan kian menunjukkan aksi kebodohan penggunanya Bahkan ada juga video Tik Tok berisi pornografi dan itu bisa ditonton oleh semua kalangan usia, pungkas zali al Ghozali pemerhati trend remaja dari komunitas babat peduli. (Rendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *