Pasangan Khofifah – Emil Lebih Dominan di Kota Kediri dan Pilwali Masih di Percayakan Incumbent Untuk Memimpin Kota Kediri

KEDIRI | ANALISAPUBLIK.COM – Rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa timur serta Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota kediri di tingkat KPU kota kediri digelar secara terbuka di halaman KPUD Kota kediri kamis 5 juli 2018.

Cagub dan Cawagub Jawa timur di Kota Kediri paslon Khofifah-Emil nomor urut 1 lebih dominan dibanding nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur,terlihat dari rekapitulasi terbuka tingkat KPUD kota kediri paslon nomor 1 memperoleh suara sebanyak 75.522 suara(48,20%) dan paslon nomor 2 sebanyak 73.998 suara(47,28%) dan untuk tidak sah sendiri sebanyak 7.165 suara(4,58%)data keseluruhan ditambah dengan suara tidak sah sejumlah 156.685 surat suara(78,63%)dari jumlah DPT sejumlah 199.271 suara.

Lain halnya dengan Pilwali dan Wawalikota kediri,dari dua paslon lainya pasangan Incumbent sebagai calon Walikota dan wakil walikota kediri tercatat nomor urut 2 Mas Abu-Neng Lik mempunyai nilai unggul dalam hasil rapat pleno terbuka baru diikuti paslon nomor 3 Samsul-Teguh dalam urutan ke 2 dan paling buncit paslon nomor 1 Gus Aiz-Jono.

Tim kemenangan tersebut tidak lepas dari kerjasama beberapa partai pengusung selain dari Golkar,PKB,PPP dan Gerindra sebagai partai pendukung paslon nomor 1 dan PAN,Demokrat,PKS dan Nasdem sebagai pendukung paslon nomor 2 dan dari paslon nomor 3 hanya 2 partai pengusung yaitu PDI Perjuangan dan Hanura.

Dari data statistik KPUD Kota Kediri sebanyak 199.271 surat suara sesuai dengan jumlah DPT Kota kediri untuk paslon nomor 1 mendapatkan sebanyak 29.839 surat suara(19,14%),paslon 2 sebanyak 85.528 surat suara(54,85%)serta paslon 3 sebanyak 32.749 surat suara(21,00%)total surat suara sah sebanyak 148.116(95%) sedangkan untuk surat suara tidak sah 7.805surat suara(5%)dan total keseluruhan suara sah dan tidak sah sebanyak 155.921 surat suara(78,26%).

Dijelaskan ketua KPUD kota kediri Agus Rofiq partisipasi masyarakat untuk kota kediri dalam pesta demokrasi 2018 di kota kediri periode saat ini bisa menembus 78% baik Pilgub Jatim maupun Pilwali Kota kediri ini lebih baik di banding periode sebelumnya yang hanya 74% akan tingkat partisipasinya”ucapnya.

Menuturkan kembali suatu apresiasi dan nilai tinggi melihat bahwa dengan tingkat kesadaran masyarakat akan pesta rakyat kali ini yang tinggi dengan kita bisa melihat tidak adanya laporan kasus money politik yang berjalan kemarin.

Dalam akhir wawancaranya dengan media apabila ada gugatan dari hasil rekapitulasi terbuka tersebut ada waktu yang diberikan KPUD Kota kediri untuk melakukan banding maksimal 3 hari waktu aktif sejak di mulainya rekapitulasi terbuka hari ini tadi.(Pan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *