Kementerian ATR Bagikan 1.280 Alat Ukur GNSS RTK ke Seluruh Kantor Pertanahan Se Indonesia

JAKARTA – ANALISAPUBLIK.COM – Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sebanyak 1.046 alat ukur Global Navigation Satelite System Real-Time Kinematic (GNSS RTK) Tahap 2 pada 26 Kantor Wilayah BPN Provinsi, 373 Kantor Peratanahan Kabupaten/Kota, dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di Mercure Convention Center, Jakarta Utara, Minggu (8/7).
Sebelumnya sebanyak 234 alat ukur telah dibagikan pada tahap 1 di akhir Juni lalu, sehingga total alat ukur yang telah dibagikan sebanyak 1.280 alat ukur GNSS RTK ke Seluruh Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah BPN Provinsi Seluruh Indonesia dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.
GNSS RTK merupakan produk dari teknologi pengukuran terkini yang dapat memproses sinyal dari berbagai satelit navigasi dan menghasilkan posisi teliti dengan fraksi milimeter. Kepastian letak dan batas teliti dan akurat ini akan menjadi pendukung dalam membangun kepastian hak atas tanah. Selain itu sifatnya yang real time dapat menghasilkan titik koordinat langsung pada saat pengukuran, sehingga pengukuran dapat lebih cepat pengolahannya.
Dalam sambutannya Dirjen Infrastruktur Keagrariaan sangat mengharapkan bahwa dengan pembagian dan pelatihan alat ukur ini peserta dapat menggunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk menunjang percepatan program PTSL “Dengan Pelatihan ini kami harapkan saat teman-teman kembali ke unit kerja alat ini sudah bisa digunakan untuk mendukung pekerjaan lapangan khususnya pengukuran PTSL,” ujar Adi Darmawan.
Untuk pengembangan kedepan, diharapkan alat ukur GNSS RTK sudah harus terintegrasi dengan tablet, laptop dan KKP untuk memfasilitasi percepatan kegiatan pertanahan secara nasional.
Sebelum menutup sambutannya dan membuka secara resmi kegiatan penyerahan dan pelatihan alat ukur GNSS RTK, Dirjen Infrastruktur Keagrarian juga mengapresiasi seluruh pekerja yang telah kerja keras selama PTSL Tahun 2017, “saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah saudara kerahkan selama PTSL sejak tahun 2017 lalu, tetap jaga kesehatan fisik dan rohani, mari kita bahu-membahu untuk memastikan pada tahun 2023 bidang tanah di seluruh Indonesia dapat dipetakan seluruhnya”. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *