Merawat Kerukunan Melalui Tradisi Sadranan

NGANJUK – ANALISAPUBLIK.COM – Ratusan warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jumat (6 Juli 2018) pagi, menggelar tradisi Sadranan.

Tradisi setahun sekali yang berlangsung secara sederhana ini merupakan simbol kerukunan masyarakat.

Sebagai puncak acara, warga melakukan makan bersama di areal pemakaman umum desa setempat.

Kepala Desa Sukorejo, Andri Setyo Purwantoro mengatakan, nyadran merupakan media efektif untuk menjalin silaturahmi antarwarga.

“Karena yang biasanya malas kumpulan, kalau nyadran pasti datang hadir, makan bareng berdoa bareng. Ini bagian dari merawat NKRI dari kelompok yang terkecil,” katanya.

Tradisi Nyadran di Desa Sukorejo meski sederhana namun berlangsung khidmat. Warga, tua muda, laki-laki dan perempuan berkumpul untuk ikut ambil bagian dalam mensukseskan tradisi tersebut.

Setiap keluarga yang datang membawa makanan berupa nasi dan aneka makanan berupa nasi dan lauk pauk serta ayam panggang.

“Masakan khasnya adalah setiap orang membawa ayam panggang satu ekor utuh,” ujarnya.

Menurut Andri, tradisi nyadran ini selain efektif sebagai media silaturahmi, juga ada keyakinan yang mendasari warga desa ini tetap setia melestarikan tradisi ini. Yakni adanya sebagai bentuk wujud syukur kepada sang pencipta atas segala kemudahan, kelancaran, dan juga keberhasilan masyarakat Desa Sukorejo dalam segala urusan.

Suasana kebersamaan antarwarga ini terlihat sekali saat warga makan bersama. Mereka duduk berjajar saling berhadapan membuat barisan memanjang. Ayam panggang yang dibawa oleh setiap kepala keluarga dipotong-potong agar semua kebagian. (Komarudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *