Satreskrim Polres Banyuwangi Meringkus Pelaku Curat Bobol Konter Istana Cell

BANYUWANGI – ANALISAPUBLIK.COM – Satreskrim Polres Banyuwangi kembali berhasil menangkap pelaku Curat (pencurian dengan pemberatan). Pelaku melakukan aksinya pada 19 mei 2018 lalu, dengan membobol toko handphone Istana Cell yang berlokasi di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Pelaku adalah Purnomo alias Pur (41 th), warga Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso.

Awalnya, pemilik toko handphone Istana Cell, slamet Riyadi (36 th) warga Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, melaporkan bahwa ditempat usaha miliknya telah terjadi pencurian berupa 48 handphone dari berbagai merk dan type dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp. 70.000.000 rupiah.

“Korban melapor ke polsek wongsorejo bila toko miliknya telah dibobol pencuri. Dalam keteranganya korban menceritakan bila pada hari sabtu tgl 19 mei 2018 sekira pukul 01.00 wib, korban menerangkan bahwa semua pintu Toko Istana Cell & jendela dalam keadaan terkunci. kemudian sekira pukul 07.00 waktu setempat, korban dihubungi oleh saudara Saksi yg melihat plafon/asbes atas genteng dalam keadaan rusak/sudah terbuka. Kemudian setelah dilakukan pengecekan barang berharga milik korban berupa 23 hp merk samsung berbagai type, 5 hp merk huawei berbagai type, 6 hp merk xiomi berbagai type, 1 hp nokia, 13 hp merk advan berbagai type, raib digondol pencuri”, jelas AKP Panji Pratistha Wijaya, SH, S.I.K., senin (9/7/2018).

Adanya laporan tersebut, lanjutnya, kepolisian bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan terkait informasi barang yang hilang milik korban.

“Dari kejadian tersebut, kepolisian langsung bergerak dengan mencari informasi keberadaa barang yang hilang. Dan ditemukan 9 unit Handphone milik korban serta didapat keterangan bila BB berasal dari seorang yang bernama purnomo (sebagai tersangka utama) yang ciri-cirinya sama dengan rekaman CCTV di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Kemudian dilakukan pengejaran, sehingga dengan bekerjasama dengan kepolisian setempat, pelaku berhasil ditangkap di Tanjung Perak”, imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP. (Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *