Laskar Palapa Berdiri Dukung Pertahankan Dasar Negara Pancasila

BOGOR | ANALISAPUBLIK.COM – Hembusan udara sejuk yang menyelimuti punggungan lereng gunung Salak, situs Cibalay Arca Domas yang tepatnya terletak kurang lebih berjarak 60 kilometer dari terminal Tumaritis, Tapos Bogor Jawa Barat telah dilangsungkan seremoni sakral pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) ormas laskar Patriot Pembela Pancasila (Palapa) Periode 2018-2021. Bogor (7/7).

Prosesi pelantikan organisasi masyarakat laskar Palapa dimulai khidmat dengan upacara bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membacakan Teks Pembukaan UUD’45, Soempah Pemoeda Asli tahun 1928, serta membacakan Sumpah Laskar Palapa dihadiri perwakilan lebih kurang 40 orang peserta dari berbagai kalangan profesi, seniman, budayawan, tokoh masyarakat, agama, dan adat, demikian dilangsungkan di areal situs Arca Domas

Disinilah, situs megalitik tersebut menjadi ‘saksi bisu’ proses sakral sumpah Laskar Palapa, peninggalan prasejarah, warisan budaya para leluhur bangsa ribuan tahun lalu.

Nampak hadir dalam pelantikan, Pimpinan Nasional Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong (GEMA GONG) Pancasila, sekaligus Pencetus ilmu TRI FALAQ TUNGGALISTIK juga Pendiri Laskar Palapa, Wardi_Jien S.H, selain itu Ketua Dewan Penasehat Laskar Palapa, Budi Haryanto Atta dan Dewan Pengawas Laskar Palapa Hj Dr.Rustuty Rumagesan MBA atau dikenal Ratu Petuanan Tanah Rata Kokoda serta Deklarator Gema Gong Pancasila Tb.Syaini Wijaya.

Adapun, visi dan misi Laskar Palapa bertujuan mendukung, mempertahankan Dasar Negara Pancasila dengan segala bentuk upaya memperbaiki, menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang belakangan mengalami krisis multi dimensi baik ekonomi dan ideologi.

Ormas Laskar Palapa berdiri disesuaikan semangat amanah pembukaan UUD’45, Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan UUD’45. Pancasila menjadi rel dan acuan panduan serta gerbong untuk menjalankan roda ormas Laskar Palapa.

Sejarah mencatat para pendiri bangsa (Founding Fathers) pasca mengalami penjajahan rempah rempah, kekayaan alam sumber daya alam ratusan tahun di berbagai pelosok Indonesia, perwakilan kelompok, golongan dan latar belakang telah duduk bersama menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan, sesuai cita cita kemerdekaan 1945.

“Rangkaian proses besar itulah yang mesti selalu diingat semangat dan dipahami rohnya,” ucap Wardi Jien S.H, pendiri Laskar Palapa.

Sementara, utara Tb.Syaini, di era politik kebangsaan tersebut meskipun bangsa ini pernah memiliki era keemasan namun mengalami penjajahan fisik ratusan tahun lamanya oleh ‘kompeni’ (VOC) yang mengeruk sumberdaya alam, kekayaan alam bahkan budaya bangsa.

“Kini penjajahan non fisik pun terjadi dengan strategi perencanaan cukup panjang,” ujarnya.

“Bangsa ini merdeka pada tahun 1945 yang terkesan hanya secara politis.” paparnya.

Kemudian, sambung Tubagus Saini, disinilah tugas dan tanggung jawab kita selaku generasi muda bangsa mesti memastikan Pancasila selalu hadir di setiap sudut kehidupan serta hati pikiran.

“Supaya merdeka dan berdaulat dalam hal ekonomi kebangsaan serta meneguhkan derap langkah membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya,” Tegasnya.

Di lokasi dan waktu yang sama, Ketua Umum Laskar Palapa yang sah, Imam Maarif menyampaikan upaya tersebut kedepan berpedoman nilai nilai luhur tradisional, Pancasila disinergikan ‘Tri Falaq Tunggallistik’ bersifat universal supaya peran Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara kokoh dan semestinya menjadi pondasi Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Disini DPP Laskar Palapa dilantik untuk meneguhkan persatuan, berbagi dan berprestasi guna mencapai kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik dengan semangat kepemimpinan bersatu, berbagi dan berprestasi,” tutupnya. (jck)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *