Polrestabes Surabaya Ungkap Kejahatan 3 C

SURABAYA | ANALISAPUBLIK.COM – Pelaksanaan operasi cipta kondisi yang digelar oleh Polrestabes Surabaya bersama polsek jajaran membuahkan hasil cukup bagus. Sebanyak 40 kasus dan 65 tersangka berhasil diungkap dan diamankan sebagai upaya mendukung keamanan dan ketertiban jelang perhelatan Asian Games 2018 Jakarta – Palembang pada Agustus mendatang.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan operasi mandiri 4 kewilayahan ini adalah upaya kepolisian dalam menekan angka kejahatan tiga C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor(curanmor).

“Bahwa kita telah melakukan operasi terhadap pelaku tindak kejahatan jalanan.Kegiatan ini dimaksudkan untuk cipta kondisi sebelum pelaksanaan Asian Games,”ungkapnya,senin (9/7)
Kota surabaya,diakui Rudi bukan menjadi tempat penyelenggara Asian Games,namun berdasarkan instruksi Kapolri, yang dilanjutkan kepada Kapolda, hingga polres dan polsek jajaran, tetap dilaksanakan operasi imbangan.”Supaya keadaan di kota surabaya itu stabil dan akan berdampak pada kota-kota penyelenggara di tempat yang lainnya,”jelasnya.

Kasus tindak kejahatan yang berhasil diungkap kali ini dengan rincian masing masing sebanyak 487 orang diamankan dalam kasus premanisme.Kemudian ada pula 6 kasus curanmor,curas 20 kasus dan curat 14 kasus.

 

“Curas ini cukup tinggi,20.Ini terutama yang perampasan,jambret di jalanan,ungkapnya.
Ia tidak menampik jika aksi kejahatan jalanab masih meresahkan warga surabaya dan sekitarnya,khususnya adalah waktu malam hari.Diakui Rudi,untuk mengantisipasi kejahatan jalanan,polisi tidak bisa bekerja sendiri,diharapkan ada kerjasama masyarakat.”Kita bekerja sama dengan stake holder yang lain,seperti masyarakat kemudian FKPM,karang taruna dan sebagainya”,katanya
Ia juga menghimbau masyarakat ketika berjalan pada waktu tertentu untuk memperhatikan keamanan diri sendiri dan barang bawaan.

 

Antara lain dengan tidak memakai barang barang berharga dan mencolok seperti perhiasan.”Itu sebagai upaya preventif kita untuk melindungi masyarakat”,tukasnya (redho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *