Enam Tahun Kasus Pemecatan 1300 Buruh PT Panarub Dwikarya, Pemerintah Indonesia Hanya Melindungi Pemodal (Adidas, Mizuno & Panarub Group)

TANGERANG – ANALISAPUBLIK.COM – 12 Juli 2018, genap enam tahun kasus pemecatan 1300 buruh PT Panarub Dwikarya (PDK). Saat itu, buruh menuntut hak mendirikan serikat buruh, mendapatkan upah yang layak serta perbaikan kondisi kerja. Manajemen PT PDK membalas tuntutan buruh dengan pemecatan sepihak.

Pada dasarnya, tuntutan buruh tidak seberapa, bahkan telah menjadi peraturan perundangan. Lebih memalukan lagi, setahun setelah pemecatan brutal tersebut, Adidas menjadi salah satu penandatangan Kebebasan Berserikat (FoA/Freedom of Association). Dengan demikian, Adidas maupun Panarub Group, mengaku menghormati kebebasan berserikat dengan memberangus hak buruh untuk berserikat. Protokol FoA tidak lebih dari basa-basi para pemasok dan pemilik merek untuk merampas hak buruh.

Kasus pemecatan brutal ini telah disidangkan dalam Sidang Komisi Kebebasan Berserikat ILO. Pada November 2016 ILO merekomendasikan agar Pemerintah Indonesia melakukan investigasi independen perampasan hak berserikat dan berunding. ILO pun meminta Pemerintah Indonesia menuntaskan kasus ini dengan memulihkan seluruh hak buruh.

Apa upaya Pemerintah Indonesia merespons Rekomendasi ILO? Tidak ada! Dengan berdalih tidak ada mekanisme hukum, Pemerintah Indonesia sengaja mengabaikan rekomendasi ILO, sekaligus turut menyengsarakan buruh PDK.

Adidas lupa bahwa keuntungan 14 T dari world cup 2014 dan 31,62 T keuntungan dari world cup 2018 tidak datang begitu saja, tetapi ada tangan-tangan trampil ada keringat buruh. Kami-lah para pembuat sepatu Adidas. Adidas selalu berdalih tidak memiliki hubungan langsung dengan buruh PDK untuk menutupi dosa dan keserakahannya.

Adidas dan Panarub Group hanya mengambil keuntungan dengan memeras keringat buruh. Untuk itu, Pemerintah Indonesia harus mengambil tanggung jawab menuntaskan dengan adil kasus buruh PT Panarub Dwikarya.
Adidas sebagai pihak yang paling besar mendapat keuntungan, memiliki tanggung jawab baik dari sisi bisnis maupun moral. Untuk itu Adidas harus bertangung jawab atas nasib buruh yang ter-PHK.(Masran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *