Getah Pepaya, Obat Cacing Alami Ruminansia Kecil “Non Fisik TMMD”

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Selain Penyebab dan pencegahan penyakit cacing pada sapi potong, juga disosialisasikan penanganan cacing pada ternak kambing menggunakan obat cacing alami, kepada warga masyarakat dalam kegiatan Non Fisik TMMD Reguler 102 Banjarnegara. Minggu (29/7/18).

Menggunakan Ruang Kelas SD N 1 Pasegeran, Heri R, Kasi Penyuluh Pertanian Penyelia Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, memberikan materi manfaat getah pepaya sebagai obat cacing alami pada ternak domba-kambing.

Dijelaskan Heri, ternak ruminansia kecil (kambing dan domba) biasanya terserang penyakit parasit saluran pencernaan yang disebabkan cacing jenis nematoda, yang meliputi haemonchus contortus, bunostomum sp, Oesophagostomum sp, trichostrongylus sp dan trichuris sp.

“Namun haemonchus, paling banyak menimbulkan kerugian ekonomi karena infeksinya dapat menyebabkan kematian, menghambat pertumbuhan, menghambat pertambahan berat badan serta menimbulkan gangguan reproduksi,” jelasnya.

Untuk pengendalian dan pencegahan perlu diperhatikan beberapa hal antara lain pemberian makanan yang berkualitas dan cukup jumlah, hindari kepadatan dalam kandang, memisahkan antara ternak muda dan dewasa, memperhatikan kebersihan lingkungan, menghindari tempat-tempat yang becek, menghindari penggembalaan yang terlalu pagi serta rutin memeriksakan ternak secara teratur.

Getah pepaya dapat diperoleh dari hampir seluruh bagian pohon pepaya, namun paling banyak baik mutunya dari buah pepaya yang masih muda. Getah buah pepaya mengandung papain, kimopapain A, kimo papain B, papaya peptidase, pektin, D-galaktosa dan L-arabinose. Penyadapan getah pepaya, buah pepaya muda ditoreh membujur dengan sedalam 1-5 mm dengan jarak torehan 1-2 cm, disadap pukul 06.00-08.00 WIB dan diulang 4 hari sekali buah yang sama.

Pada tempat torehan, getah yang keluar ditampung dengan gelas/slat

dari plastik yang diikatkan pada buah pepaya dengan selotip. Setiap 100 ml getah yang tertampung ditambah 2 tetes larutan Natrium Bisulfit 30 % untuk mencegah oksidasi. Kemudian dijemur dibawah sinar matahari atau dioven pada suhu 30-60

derajat Celcius sampai kering dan setelah kering dihaluskan menjadi serbuk.

Dosis pemakaian adalah 1,2 gram/kg BB 3 kali setiap minggu. Serbuk getah pepaya dicampur dengan air dengan perbandingan 1 : 5 (1 bagian serbuk dan 5 bagian air) diaduk hingga berbentuk suspense, kemudian diminumkan atau diberikan lewat mulut dengan selang

langsung kerumen.

“Selain getah pepaya yang diambil dari buah pepaya muda, dapat juga perasan

daun pepaya dipergunakan sebagai obat cacing tradisional dengan cara ambil 2 sampai 3 lembar daun pepaya (tidak terlalu muda/tua), haluskan daun pepaya dan beri sedikit air matang/bersih kemudian diperas dan diambil airnya. Dan terakhir minumkan pada ternak sebanyak 2 sampai 3 sendok makan atau disesuaikan dengan berat badan ternak 3 kali setiap minggunya,” pungkasnya. (Har/Mark/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *