Non Fisik TMMD Reguler 102 Banjarnegara : TB Paru Disosialisasikan

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Meski belum pernah dilakukan pemeriksaan secara khusus, kepada warga Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum, lokasi TMMD Reguler 102 Banjarnegara, namun kewaspadaan terhadap adanya penularan penyakit TBC tetap disosialisasikan kepada masyarakat tersebut. Minggu (29/7/18).

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara digandeng Kodim 0704 guna mensosialisasikan penyakit TBC kepada masyarakat, di Ruang Kelas SD N 1 Pasegeran yang dihadiri ratusan warga Desa Pasegeran dan sekitarnya. Raib dan Sri Rahayu, Staf P2P Dinkes Banjarnegara memaparkan secara mendetail tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan penyakit TB Paru serta cara pencegahannya.

Dikatakan Raib, “Kegiatan sosialisasi ini sangat penting disampaikan, mengingat TBC adalah salah satu jenis penyakit menular yang berbahaya dan penyebab kematian ke-3 di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan. Indonesia juga menempati jumlah penderita TBC terbesar ke-3 di dunia setelah India dan Cina,” tegasnya.

Faktor resiko yang masih tinggi itu, pada umumnya dilatarbelakangi minimnya pengetahuan masyarakat tentang seluk beluk penyakit ini, karena sebagian belum bisa membedakan antara penyakit TBC atau bukan dan dianggap hanya batuk biasa.

Setiap tahunnya sekitar 1.747 juta orang meninggal akibat kuman atau basil mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan TBC dengan media penularanya melalui udara saat penderita berbicara, meludah, batuk atau bersin maka kuman di dalam paru-paru akan ikut keluar dalam percikan dahak melalui udara. “Jika percikan kuman itu dihirup orang lain, kemungkinan bisa tertular,” tandasnya.

“Tanda-tanda penyakit TBC antara lain batuk berdahak 3 minggu atau lebih, dahak yang keluar bercampur darah, serta nafas terasa sesak dan dada terasa nyeri. Selain itu, penderita mengalami demam lebih dari sebulan, berkeringat di malam hari walaupun tidak melakukan aktivitas apapun, selera makan berkurang dan berat badan menurun,” ungkap Sri Rahayu.

Kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan juga sangat kurang sehingga menyebabkan kondisi penyakitnya semakin parah. Beberapa tindakan yang mesti dilakukan, diantaranya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti tidak merokok dan minum alkohol, serta menjemur tikar dan kasur secara teratur, cukup ventilasi udara di rumah serta  meningkatkan kebersihan lingkungan dan sanitasi.

Penularan penyakit TBC harus dicegah, diantisipasi, serta diberantas sebagaimana penyakit lainnya guna cipta kondisi Pasegeran masyarakatnya sehat dan lebih sejahtera. (Har/Mark/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *