Output TMMD Pasegeran, Membawa Perubahan Petani Aren

BANJARNEGARA | ANALISAPUBLIK.COM – Saran Kades Pasegeran, Aris Winarno terkait pengambilan liar aren di Desa Pasegeran kecamatan Pandanarum, lokasi TMMD Reguler 102 Banjarnegara, akan segera direspon oleh Kodim 0704 Banjarnegara melalui Koramil setempat, Koramil 06 Kalibening.

Saat wawancara dengan anggota penerangan Kodim 0704 Banjarnegara, Serda Rusino di kantor desa. Minggu malam (29/7/18).

Aris menerangkan, setidaknya 80-90 KK atau 10 % dari 959 KK, adalah pengrajin gula aren sebagai penopang ekonomi keluarga. Kendala yang dialami warga setempat adalah jumlah aren yang semakin menipis setiap harinya. Ini terkait penebangan liar aren yang merambah Pasegeran.

“Kami bersama perangkat sudah menghimbau penebang liar merambah pasegeran, artinya jangan terlalu banyak menebang pohon untuk diambil kanji dari batang pohon, sedangkan pohon belum dalam masa produktif. Pohon aren baru bisa maksimal atau produktif jika sudah berumur 10-12 tahun. Jadi para penebang memangkas pohon benar-benar batang yang masih muda, belum keluar kolang-kaling dan nira nya atau dangu masyarakat menyebutnya,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkali-kali menyarankan kepada dinas terkait namun belum mendapatkan hasil nyata. Dia mewakili masyarakat berharap pihak TNI dan Polres Banjarnegara membantu mengingatkan para penebang aren liar bahkan kalau perlu memberikan efek jera.

“Hasil dari pohon enau bagi warga perharinya berkisar 35-100 ribu, dari 3 kg sampai 10 kg nira. Namun ini bukan penghasilan pokok warga kami. Untuk pemasaran sangat mudah akan tetapi kelemahannya adalah, jika para tengkulak datang otomatis harganya rendah. Masyarakat lebih memilih jalan itu karena dulu akses menuju pasar di Desa Lawen yang sekarang sedang dibangun TNI, dulunya sangat buruk,” lanjutnya.

“Jadi warga petani aren diberikan sejumlah uang pengikat oleh para tengkulak, yang nantinya hasil panen mereka otomatis menjadi hak tengkulak. Petani harus nyaur (membayar-red) kepada tengkulak. Jadi itulah kelemahannya, harga ditekan tengkulak. Semoga dengan akses baru sepanjang 1,1 kilometer ini, akan membawa perubahan besar bagi warga kami, yaitu warga akan beralih mengantar hasil panen kepada para tengkulak maupun ke Pasar Lawen atau Pasar di Kalibening.” Pungkasnya didampingi anggota Satgas TMMD, Pelda Hermanto, yang juga Bati Tuud Koramil 06 Kalibening Kodim 0704 Banjarnegara. (Har/Mark/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *